Gubernur Sherly Siaga Amankan Harga Jelang Idul Adha
Gubernur Sherly Siaga Amankan Harga Jelang Idul Adha--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.
Melalui High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD yang digelar di Hotel Bela, Ternate pada Jumat (8/5/2026), Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan stabilitas harga pangan adalah prioritas utama untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sherly menginstruksikan penguatan ketahanan pangan dengan visi besar: memutus ketergantungan pasokan komoditas dari luar daerah.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi pembukaan 10 ribu hektare sawah baru serta target ambisius swasembada telur pada tahun 2026 ini.
Pemerintah juga memperkuat sektor hilir dengan meningkatkan kapasitas cold storage dan penyaluran KUR khusus nelayan.
"Sinergi lintas sektor sangat krusial agar inflasi kita tetap di bawah rata-rata nasional. Kita harus mandiri secara pangan, mulai dari swasembada telur hingga modernisasi sarana tani," kata Gubernur Sherly.
Waspada Inflasi Transportasi dan Komoditas Ikan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, mengungkapkan data terbaru bahwa inflasi Maluku Utara pada April 2026 menyentuh angka 0,80 persen (mtm).
Angka ini menunjukkan tren kenaikan signifikan dibanding Maret yang sempat mengalami deflasi. Kota Ternate tercatat sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi mencapai 0,94 persen.
Bank Indonesia mengidentifikasi beberapa "aktor utama" penyumbang inflasi yang wajib diwaspadai menjelang Iduladha:
- Sektor Transportasi: Mahalnya harga avtur memicu kenaikan tarif angkutan udara.
- Kelompok Volatile Food: Harga ikan segar, cabai rawit, dan beras diprediksi naik akibat tingginya permintaan musim haji dan wisuda.
- Penyedia Makan & Minum: Sektor restoran mulai merangkak naik seiring peningkatan mobilitas warga.
Maluku Utara Bangkit Jaga Inflasi
Sebagai solusi komprehensif, TPID meluncurkan program "Maluku Utara Bangkit Jaga Inflasi".
Program ini mengintervensi pasar dari hulu hingga hilir guna memastikan barang tersedia dan harga terjangkau.
Di sisi hulu, gerakan RINDANG BERSERI (Tanam Rica dan Kangkung di Pekarangan) digalakkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri.
Sementara di sisi hilir, pemerintah memperkuat peran BUMD sebagai offtaker (penyerap hasil produksi) dan mengoptimalkan operasional Kios Sigap Pangan di pasar-pasar utama.
Tak hanya soal harga, TP2DD Maluku Utara juga menggenjot implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Sumber: