Gol tersebut memastikan skor akhir menjadi 3-3.
Jika melihat statistik pertandingan, Malut United sebenarnya tampil jauh lebih dominan dibandingkan PSM Makassar.
Tim tuan rumah mencatatkan 71 persen penguasaan bola, sementara PSM hanya menguasai sekitar 29 persen.
Selain itu, Malut United juga melepaskan 13 tembakan, dengan 8 di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, PSM Makassar hanya mencatatkan 9 percobaan tembakan, namun mampu mengonversinya menjadi tiga gol.
Situasi ini memperlihatkan bahwa efektivitas serangan dan kelemahan pertahanan menjadi faktor utama hasil imbang tersebut.
Momentum Sudah Didapat, Tapi Tidak Dijaga
Menurut Ricardo Salampessy, Malut United sebenarnya sempat menguasai momentum setelah berhasil membalikkan keadaan di awal babak kedua.
Namun kegagalan menjaga konsentrasi membuat lawan mampu mengejar ketertinggalan.
“Kami sempat mendapatkan momentum untuk unggul di babak kedua. Sayangnya kami tidak bisa mempertahankan keunggulan itu sampai akhir pertandingan,” kata Ricardo.
Perwakilan pemain Malut United, Taufik Rustam, juga menyampaikan bahwa seluruh pemain telah berusaha maksimal sepanjang pertandingan.
Meski demikian, ia mengakui hasil akhir tidak sesuai dengan target tim.
“Semua pemain sudah bekerja keras di lapangan. Tetapi hasilnya belum sesuai harapan kami,” ujar Taufik.
Ia menambahkan bahwa tim akan mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut agar performa ke depan bisa lebih baik.
BACA JUGA:Suporter Marah! Wasit FIFA Thoriq Alkatiri Diserang Usai Laga Malut United vs PSM, Ini Kronologinya
Fokus Berikutnya Duel Berat Lawan Arema FC
Setelah hasil imbang ini, Malut United tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama melakukan evaluasi.
Tim akan langsung mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya.