Berburu Pahala Umrah: 393 Jemaah Haji Maluku Utara Ziarahi Masjid Quba
393 Jemaah Haji Maluku Utara Ziarahi Masjid Quba--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Momen spiritual mendalam tengah dirasakan oleh 393 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter-13.
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, seluruh jemaah dijadwalkan melaksanakan ziarah utama ke Masjid Quba, sebuah situs bersejarah yang merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda city tour resmi pasca-kedatangan mereka di Madinah pada 1 Mei kemarin.
Program ini dirancang oleh Kementerian Haji untuk memberikan pengalaman edukasi sejarah sekaligus penguatan spiritual sebelum jemaah melanjutkan rangkaian rukun haji di Makkah.
Untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ziarah, panitia telah menyiagakan sedikitnya 10 armada bus berkapasitas besar.
Langkah ini diambil untuk mengakomodasi seluruh jemaah yang secara fisik dinyatakan mampu mengikuti perjalanan napak tilas sejarah dakwah Islam di Kota Nabi.
Petugas Haji Daerah Maluku Utara, Irwan Tamsoa, menekankan meski kegiatan ini sangat dianjurkan karena nilai historisnya, kesehatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
Bagi jemaah yang merasa kurang fit, tim kesehatan telah diinstruksikan untuk tetap berada di hotel guna memberikan perawatan intensif.
"Jika ada jemaah yang kurang sehat, dokter dan tim medis akan tetap mendampingi mereka di hotel. Kami memastikan kondisi fisik mereka tetap terjaga sebelum memasuki tahapan ibadah yang lebih berat nanti," tegas Irwan.
Pentingnya Edukasi Sejarah: Ziarah Bukan Sekadar Wisata
Perlu dipahami bahwa agenda city tour ini bersifat opsional dan tidak berkaitan langsung dengan syarat sah maupun rukun haji.
Namun, Irwan menjelaskan bahwa ziarah ke tempat-tempat seperti Masjid Quba memberikan dimensi pemahaman yang berbeda bagi jemaah tentang perjuangan Islam di masa lampau.
Hingga malam ini, suasana di hotel tempat jemaah Maluku Utara menginap terpantau kondusif. Jemaah tampak antusias mempersiapkan diri dengan menjaga kesucian (wudhu) dari hotel sebelum berangkat ke Masjid Quba demi mengejar keutamaan pahala yang dijanjikan.
Koordinasi antara petugas kloter, tim kesehatan, dan pihak penyedia transportasi terus ditingkatkan untuk meminimalisir kendala di lapangan.
Mengingat suhu di Madinah mulai mengalami fluktuasi pada awal Mei 2026 ini. Dengan sinergi yang baik, diharapkan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan kaya akan pengetahuan sejarah Islam.
Sumber: