Gubernur Sherly Buka Jalur Khusus Sekolah Kedinasan Bagi Putra Maluku Utara
Sekolah Kedinasan Bagi Putra Maluku Utara--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi titik balik kebangkitan SDM di Maluku Utara.
Gubernur Sherly Tjoanda secara resmi meluncurkan program Pembibitan Sekolah Kedinasan, sebuah inisiatif strategis untuk mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) profesional yang berasal langsung dari putra-putri terbaik daerah.
Program ini bukan sekadar wacana. Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah mengunci kerja sama dengan institusi elit nasional seperti STAN (Akuntansi Negara), STIS (Statistik), dan STTD (Transportasi Darat).
Kebijakan ini diambil untuk memastikan posisi strategis di birokrasi masa depan diisi oleh anak daerah yang memiliki kompetensi standar nasional.
“Kita meluncurkan program pembibitan sekolah kedinasan untuk mencetak ASN profesional dari putra-putri terbaik Maluku Utara. Setiap tahun kita akan pilih yang terbaik agar mereka bisa mengisi posisi penting di tingkat nasional,” tegas Sherly Tjoanda.
Skema Pembiayaan 60:40 dan Perluasan Kerja Sama Institusi
Untuk mendukung program ambisius ini, Pemprov Malut menerapkan skema pembiayaan bersama.
Beban pendidikan akan ditanggung sebesar 60 persen oleh Pemerintah Provinsi dan 40 persen oleh instansi terkait.
Meskipun kuota yang disediakan terbatas dan melalui seleksi ketat, program ini menjadi kepastian bagi siswa berprestasi untuk mendapatkan jaminan karier sebagai ASN.
Gubernur juga memberikan sinyal bahwa daftar sekolah kedinasan ini akan terus bertambah. Saat ini, pihak Pemprov tengah melakukan penjajakan serius dengan beberapa sekolah kedinasan di bawah kementerian lain untuk memperluas spektrum keahlian putra daerah.
Peluncuran Sekolah Jarak Jauh (PJJ)
Selain jalur kedinasan, Gubernur Sherly juga memberikan kado bagi siswa di wilayah terpencil melalui program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Program ini menjadi jawaban bagi anak-anak di pelosok kepulauan yang selama ini terhambat akses karena ketiadaan gedung SMA di wilayahnya.
Pada tahap awal, PJJ akan difokuskan di tiga kabupaten strategis:
1. Kabupaten Pulau Morotai
2. Kabupaten Halmahera Utara
Sumber: