MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, resmi mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional.
Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga Muda Bicara ID pada Rabu, 29 April 2026, Sherly dinobatkan sebagai gubernur dengan kinerja terbaik menurut persepsi generasi muda (Milenial dan Gen Z).
Sherly berhasil menduduki peringkat pertama dengan tingkat dukungan sebesar 18,50 persen, angka yang cukup signifikan untuk menggeser dominasi pemimpin di Pulau Jawa.
Secara mengejutkan, ia mengungguli Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang berada di posisi kedua dengan 17,30 persen, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di peringkat ketiga dengan raihan 17,10 persen.
Menanggapi pencapaian prestisius tersebut, Sherly Tjoanda memberikan respons yang tenang namun penuh motivasi.
Ditemui usai melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji Maluku Utara di Makassar pada Kamis (30/04/2026), ia menyampaikan hasil survei ini merupakan cerminan harapan besar anak muda terhadap masa depan daerah.
Meskipun memimpin provinsi kepulauan, kebijakan Sherly dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam aspek inklusivitas dan pemanfaatan teknologi.
Baginya, penghargaan ini bukan sekadar angka. Melainkan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras lagi bagi masyarakat Maluku Utara.
“Terima kasih atas hasil surveinya. Semoga ini menjadi pemacu untuk bekerja lebih baik lagi. Harapan saya, output dari setiap kebijakan bisa dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Maluku Utara tanpa terkecuali,” kata Gubernur Sherly Tjoanda.
Analisis Muda Bicara ID: Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci
Lembaga Muda Bicara ID dalam rilis resminya menyoroti bahwa ketiga gubernur di posisi teratas memiliki kemiripan dalam gaya kepemimpinan, yakni adaptif dan komunikatif.
Sherly Tjoanda dinilai menonjol karena mampu menjawab ekspektasi generasi muda di sektor ekonomi kreatif, digitalisasi birokrasi, dan pelestarian lingkungan hidup di wilayah timur Indonesia.
Keunggulan Sherly atas pemimpin di Jawa menunjukkan persepsi anak muda kini tidak lagi terpusat pada pembangunan di ibu kota.
Melainkan pada efektivitas kerja nyata yang bisa dirasakan langsung di daerah. Survei ini memotret tren baru di mana kepemimpinan yang responsif terhadap isu-isu krusial.
Seperti lapangan kerja hijau dan pendidikan berkualitas menjadi magnet dukungan utama bagi kaum muda.
Sherly menegaskan tidak ingin berpuas diri dengan status "Terbaik" tersebut. Ia memandang capaian ini sebagai barometer bahwa arah pembangunan yang ia pimpin sudah berada di jalur yang benar.