BMKG Warning! Hujan Lebat & Gelombang Tinggi Ancam Maluku Utara

BMKG Warning! Hujan Lebat & Gelombang Tinggi Ancam Maluku Utara

BMKG Warning! Hujan Lebat & Gelombang Tinggi Ancam Maluku Utara--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Baabullah Ternate mengumumkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Maluku Utara.

Lokasi yang berada dalam status waspada meliputi Perairan Morotai, Jailolo, Loloda, Batang Dua, Bacan, dan Taliabu.

Gelombang diperkirakan bisa mencapai ketinggian 0,5 hingga 1,5 meter, dengan kecepatan angin bergerak dari barat daya ke barat mencapai 10–50 km per jam. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas nelayan maupun pelayaran.

Selain ancaman gelombang, BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di berbagai wilayah Maluku Utara.

Daerah yang terdampak mencakup Kao, Malifut, Ternate, Tidore, Oba, Jailolo, Sidangoli, Wasile, hingga Maba dan sekitarnya.

“Suhu berkisar antara 26–31°C dengan kelembaban mencapai 70–100%. Kondisi atmosfer ini memungkinkan terjadinya intensitas hujan ringan hingga lebat di banyak kabupaten/kota,” tulis BMKG Sultan Baabullah dalam keterangannya.

Prakiraan cuaca menyebutkan, sejak pagi hingga malam hari, cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat di berbagai wilayah, termasuk Ibu, Sahu, Tobelo, Galela, Sofifi, Weda, Makian, Loloda, hingga Kayoa.

Wilayah lain seperti Patani, Buli, Gane, Obi, serta Pulau Taliabu juga diperkirakan mengalami curah hujan yang cukup signifikan.

BACA JUGA:BMKG Ingatkan Gelombang 2.5 Meter Ancam Laut Maluku Utara

BACA JUGA:Waspada! BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Serbu Maluku Utara Hari Ini

Imbauan BMKG untuk Keselamatan

BMKG meminta masyarakat tetap memperhatikan informasi resmi yang dikeluarkan setiap harinya. Warga, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, diingatkan agar tidak menyepelekan peringatan dini demi keselamatan bersama.

“Kami minta masyarakat mengakses informasi cuaca hanya dari kanal resmi BMKG Sultan Baabullah. Ini penting untuk mencegah risiko akibat cuaca ekstrem yang dapat muncul secara tiba-tiba,” tegas BMKG.

BMKG juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat.

Antisipasi terhadap dampak banjir, longsor, maupun gangguan transportasi laut perlu digiatkan, apalagi pola hujan yang sering berubah cepat di Maluku Utara.

 

 

 

 

Dengan informasi cuaca yang lebih dini, diharapkan tidak hanya keselamatan jiwa masyarakat terlindungi, tetapi juga keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah dapat tetap terjaga.

BACA JUGA:Awas Bencana! BMKG Ingatkan Malut Siap Hadapi Hujan Lebat & Angin Kencang

BACA JUGA:BMKG Ternate Siaga! Warga Maluku Utara Diminta Waspada Cuaca Buruk dan Gelombang Laut

Sumber: