Hasbi Ibrahim Resmi Dilantik Pasang Badan Kawal Inovasi Daerah
Hasbi Ibrahim Resmi Dilantik Pasang Badan Kawal Inovasi Daerah--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Maluku Utara secara resmi memperkuat barisan penegakan dan pelayanan hukum di bidang KI dengan melantik Pejabat Fungsional Analis Kekayaan Intelektual Ahli Pertama.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat di Aula Pala Dokono Ternate pada Rabu, 22 Juli 2026 ini diproyeksikan sebagai langkah akselerasi untuk memberikan kepastian hukum serta pelindungan karya cipta dan merek bagi pelaku usaha maupun kreator di wilayah Maluku Utara.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, menegaskan bahwa penambahan pejabat spesialis di bidang Kekayaan Intelektual (KI) ini merupakan bentuk penguatan tata kelola birokrasi yang responsif.
Kehadiran analis profesional diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi dalam proses pendaftaran merek dagang, hak cipta, paten, hingga indikasi geografis produk-produk unggulan daerah.
"Kepada pejabat yang baru dilantik, saya mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan. Jalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, serta dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan kekayaan intelektual turut berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif," Kakanwil Kementerian Hukum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir pada Selasa (22/7/2026).
Aparatur Wajib Cepat Adaptasi Teknologi dan Antipungli
Di tengah cepatnya laju transformasi digital dan perkembangan inovasi, Budi Argap mengingatkan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenkum Malut agar tidak Gagap Teknologi (Gagtek) dan bersikap kaku terhadap regulasi.
Pihaknya menekankan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi syarat mutlak untuk menjamin daya saing produk-produk lokal Maluku Utara di pasar nasional maupun internasional.
Pengelolaan potensi kekayaan intelektual komunal yang terstruktur dinilai bakal menjadi benteng utama pelindung karya anak bangsa dari ancaman klaim pihak asing atau praktik pembajakan.
"Jadilah aparatur yang adaptif terhadap regulasi dan teknologi, serta mampu bekerja secara kolaboratif. Jadikan momentum ini sebagai awal memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, bangsa, dan negara melalui solusi-solusi yang inovatif," pungkas Budi Argap.
Sumber: