Viral! Wartawan Dipaksa Hapus Video Usai Malut United vs PSM, Ini Kronologi Lengkapnya

Viral! Wartawan Dipaksa Hapus Video Usai Malut United vs PSM, Ini Kronologi Lengkapnya

Viral! Wartawan Dipaksa Hapus Video Usai Malut United vs PSM, Ini Kronologi Lengkapnya--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Insiden kontroversial mewarnai pertandingan antara Malut United dan PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

Sejumlah jurnalis yang tengah melakukan peliputan mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pria yang diduga merupakan official tim tuan rumah.

Peristiwa tersebut terjadi setelah pertandingan berakhir dan wartawan sedang mendokumentasikan aktivitas perangkat pertandingan yang meninggalkan lapangan.

Salah satu jurnalis yang mengalami insiden tersebut adalah Radio Republik Indonesia Ternate, Irwan.

Ia mengaku diminta secara paksa untuk menghapus rekaman video yang diambil saat perangkat pertandingan berjalan menuju ruang transit setelah laga selesai.

Menurut saksi di lokasi, pria yang diduga bagian dari official tim tersebut berbicara dengan nada keras kepada wartawan.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” ujar pria tersebut sambil berteriak.

Situasi menjadi semakin tegang ketika sejumlah suporter di sekitar lokasi ikut terpancing oleh perkataan tersebut. 

BACA JUGA:Suporter Marah! Wasit FIFA Thoriq Alkatiri Diserang Usai Laga Malut United vs PSM, Ini Kronologinya

Wartawan Juga Diminta Keluar dari Tribun

Tidak hanya meminta penghapusan rekaman, pria tersebut juga disebut meminta petugas steward untuk mengeluarkan beberapa wartawan dari tribun stadion.

Padahal, para jurnalis yang berada di lokasi diketahui memiliki ID card resmi peliputan dari pihak liga.

Langkah tersebut memicu protes dari sejumlah wartawan yang merasa telah menjalankan tugas jurnalistik sesuai prosedur.

Ketegangan di lokasi semakin meningkat ketika pemilik utama Malut United, David Glen Oei, yang berada di stadion ikut menegur para wartawan.

Ia mempertanyakan asal daerah para jurnalis yang berada di tribun stadion.

Sumber: