Bupati Ikram Sangadji Digembleng dalam Forum Elite Lemhannas RI

Bupati Ikram Sangadji Digembleng dalam Forum Elite Lemhannas RI

Bupati Ikram Sangadji Digembleng dalam Forum Elite Lemhannas RI--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terus menancapkan taji di level nasional demi mempercepat akselerasi pembangunan daerah. 

Langkah konkret ini dibuktikan oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, yang terpilih mengikuti Kegiatan Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

Program kepemimpinan super-eksklusif ini berlangsung selama dua pekan penuh, terhitung mulai tanggal 14 hingga 28 Juli 2026, bertempat di Gedung Lemhannas RI, Jakarta. 

Keikutsertaan Halteng dalam forum elite ini menjadi modal strategis untuk melahirkan kebijakan lokal yang berstandar nasional dan adaptif terhadap tantangan global.

KPPD Angkatan III tahun ini merupakan ruang pembinaan yang sangat kompetitif dan hanya diikuti oleh 25 kepala daerah pilihan dari seluruh penjuru Indonesia. 

Menariknya, Provinsi Maluku Utara menempatkan dua representasi terbaiknya dalam forum bergengsi ini, yaitu Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji dan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua.

"Melalui program ini, para kepala daerah dibekali pemahaman mendalam mengenai empat konsensus dasar bangsa, isu-isu strategis nasional dan global, manajemen pemerintahan, hingga penguatan kepemimpinan yang visioner dan berintegritas," demikian rilis resmi Lemhannas RI mengenai target utama pelaksanaan KPPD Angkatan III.

Bagi Ikram M. Sangadji, kesempatan ini menjadi momentum emas untuk menyerap metodologi tata kelola pemerintahan yang modern, taktis, dan responsif terhadap dinamika geopolitik maupun ekonomi nasional yang berdampak langsung pada daerah.

Ketahanan Nasional hingga Kepemimpinan Adaptif

Selama proses karantina dan pembelajaran intensif di Jakarta, para kepala daerah disuguhkan materi-materi berbobot tinggi. 

Fokus utama kurikulum mencakup penguatan wawasan kebangsaan, mitigasi risiko ketahanan nasional, hingga simulasi pengambilan keputusan taktis di tengah krisis.

Selain mendapatkan materi teoritis dari para pakar pertahanan dan birokrat senior, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai wadah konsolidasi antarkepala daerah. 

Ruang diskusi interaktif ini memungkinkan para bupati dan wali kota untuk:

• Saling bertukar studi kasus keberhasilan pembangunan di daerah masing-masing.

• Membangun networking (jejaring kerja) lintas wilayah yang kuat.

Sumber: