62 Calon Paskibraka Ternate Bahaya Narkoba Digital

62 Calon Paskibraka Ternate Bahaya Narkoba Digital

62 Calon Paskibraka Ternate Bahaya Narkoba Digital--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Ancaman peredaran gelap narkotika di era modern kian mengkhawatirkan karena mulai menyusup lewat jalur digital dan menyasar generasi muda potensial. 

Merespons situasi krusial ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara bergerak taktis membekali 62 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Ternate tahun 2026 agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran hitam barang haram tersebut.

Dalam agenda strategis Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate pada Senin (13/7/2026), para remaja terpilih ini diberikan pemahaman mendalam mengenai taktik peredaran narkoba berbasis media sosial serta platform digital yang kian terselubung.

Kepala BNNP Maluku Utara, Brigjen Pol. Mirzal Alwi, membeberkan fakta mengejutkan mengenai menjamurnya jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS). 

Generasi muda kini tidak hanya diincar oleh narkoba konvensional, melainkan zat-zat modifikasi berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tren komoditas haram yang disorot tajam meliputi peredaran tembakau sintetis, penyalahgunaan tanaman kratom, hingga penyisipan cairan kimia berbahaya ke dalam rokok elektrik (vape). 

Pengawasan ketat dari lingkungan terdekat dan benteng mental individu menjadi pertahanan utama mengingat zat-zat ini merusak saraf otak secara permanen.

"Indonesia akan memasuki era bonus demografi pada 2030. Ini akan menjadi kekuatan besar apabila generasi mudanya berkualitas, namun bisa menjadi ancaman apabila terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," tegas Brigjen Pol. Mirzal Alwi.

BNN Sediakan Layanan Rehabilitasi Medis Gratis

Guna memberikan efek jera sekaligus edukasi emosional, para calon Paskibraka disuguhkan tayangan audio visual dokumenter mengenai kehancuran fisik dan sosial akibat ketergantungan narkoba. 

Kendati demikian, Brigjen Mirzal menekankan bahwa paradigma BNN tidak melulu soal penindakan hukum atau penjara.

Pihak BNNP Malut memastikan bahwa negara hadir menyediakan fasilitas dan layanan rehabilitasi yang komprehensif bagi para korban penyalahguna agar mereka bisa pulih total, lepas dari kecanduan, dan kembali menjadi individu yang produktif di tengah masyarakat.

Langkah responsif BNNP ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Badan Kesbangpol Kota Ternate, Nuryadin Rachman.

 Menurutnya, materi P4GN ini merupakan suplemen mental yang sangat mahal bagi para pelajar yang nantinya akan memegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

"Edukasi mengenai bahaya narkoba merupakan bekal penting dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang Bersih Narkoba," ujar Nuryadin penuh optimisme.

Sumber: