Gunung Dukono Erupsi Semburkan Abu Vulkanik Raksasa, Status Waspada Level II

Gunung Dukono Erupsi Semburkan Abu Vulkanik Raksasa, Status Waspada Level II

Gunung Dukono Erupsi Semburkan Abu Vulkanik Raksasa, Status Waspada Level II--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menunjukkan eskalasi serius. 

Pada Jumat pagi, gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi besar dengan melontarkan kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu setinggi 600 meter dari atas puncak kawah. 

Berdasarkan data visual di lapangan, hembusan material vulkanik tersebut bergerak pekat dan condong mengarah ke sektor timur.

Masyarakat yang berada di jalur sebaran abu diimbau untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). 

Keharusan menggunakan masker dan alat pelindung diri menjadi prioritas utama saat ini mengingat partikel abu vulkanik yang melayang di udara sangat berbahaya bagi kesehatan.

"Kolom abu hasil erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah timur. Tinggi total kolom abu tersebut kini berada pada ketinggian sekitar 1.687 meter di atas permukaan laut," ungkap pihak otoritas pengamatan.

Jauhi Kawah Malupang Warirang Radius 4 KM

Merespons ancaman bahaya sektoral yang kian meningkat, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung mengeluarkan instruksi dan rekomendasi keamanan yang ketat. 

Seluruh warga setempat, penambang, hingga wisatawan domestik maupun mancanegara dilarang keras melakukan aktivitas luar ruang atau mendekati pusat letusan.

Zona bahaya ditetapkan dalam radius aman sejauh empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang, yang menjadi pusat utama aktivitas vulkanik Gunung Dukono saat ini. 

Hingga rilis berkala ini diturunkan, status tingkat aktivitas gunung di Halmahera Utara tersebut masih bertahan kokoh pada Status Level II (Waspada).

Detail Manifes Seismogram: Amplitudo 13 Mm dan Gempa Letusan Berdurasi 69 Detik

Berdasarkan laporan teknis yang dirilis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, peristiwa letusan hebat ini terjadi tepat mulai pukul 06.09 Waktu Indonesia Timur (WIT).

Evaluasi instrumental dari pos pengamatan menunjukkan bahwa energi kinetik dari dalam perut gunung masih sangat dinamis.

Dampak letusan tersebut terekam dengan sangat jelas pada manifes alat seismogram milik Pos Pengamatan Gunung Api Dukono. Hasil pencatatan menunjukkan indikator sebagai berikut:

Sumber: