Halmahera Barat Siaga! Gunung Ibu Bergetar Hebat Selama 50 Detik
Halmahera Barat Siaga! Gunung Ibu Bergetar Hebat Selama 50 Detik--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan gejolak yang mengkhawatirkan.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya getaran erupsi yang berlangsung cukup lama pada Jumat siang, memicu peningkatan kewaspadaan bagi penduduk di lingkar kawah.
Guncangan dari perut bumi terekam jelas oleh alat seismograf pada pukul 11.42 WITA.
Meskipun kabut tebal menghalangi pandangan visual terhadap lontaran abu vulkanik, data teknis menunjukkan adanya energi yang cukup besar yang keluar dari kawah aktif.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengonfirmasi aktivitas ini bukanlah getaran biasa. Getaran tersebut tercatat memiliki durasi yang signifikan bagi sebuah gunung api dengan status waspada.
"Erupsi tersebut terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi getaran sekitar 50 detik," ungkap Lana Saria dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
BACA JUGA:Lagi, Gunung Ibu Semburkan Abu Vulkanik
Perluasan Zona Bahaya: Radius 3,5 KM Jadi Area Terlarang
Menanggapi aktivitas yang terus berfluktuasi, otoritas geologi mengeluarkan rekomendasi ketat bagi keselamatan warga dan wisatawan.
Zona aman kini telah dipersempit, dan area terlarang diperluas secara spesifik ke arah bukaan kawah yang dianggap paling berisiko.
Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah aktif.
Namun, kewaspadaan ekstra diterapkan untuk sisi utara gunung, di mana wilayah larangan diperluas hingga mencapai 3,5 kilometer dari bukaan kawah.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika terjadi luncuran awan panas atau material vulkanik yang tidak terduga.
Badan Geologi juga mengingatkan potensi ancaman hujan abu yang bisa terjadi sewaktu-waktu meskipun tidak teramati secara visual saat erupsi berlangsung.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah sangat disarankan untuk melengkapi diri dengan alat pelindung diri.
- Pelindung Pernapasan: Penggunaan masker untuk menghindari infeksi saluran pernapasan akibat abu vulkanik.
- Pelindung Mata: Penggunaan kacamata untuk mencegah iritasi akibat partikel tajam material gunung api.
Sumber: