Instruksi Kapolda Malut: Dilarang Takbir Keliling 19 Maret

Instruksi Kapolda Malut: Dilarang Takbir Keliling 19 Maret

Instruksi Kapolda Malut: Dilarang Takbir Keliling 19 Maret--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, mengeluarkan instruksi krusial untuk mengantisipasi gesekan jadwal antara Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Fokus utama yang menjadi sorotan adalah larangan keras bagi umat Islam di Kota Ternate dan sekitarnya untuk tidak melakukan takbiran keliling pada malam tanggal 19 Maret 2026.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Tanggal 19 Maret merupakan puncak pelaksanaan Nyepi di mana umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian dalam keheningan total.

Irjen Waris menegaskan toleransi bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata dengan menghormati kesunyian saudara seagama yang sedang beribadah.

"Kita harus mengedepankan sikap toleransi yang murni. Perbedaan tanggal jangan jadi pemicu konflik, karena setiap pihak punya landasan masing-masing. Intinya, mari kita jaga persaudaraan sesuai simbol Marimoi Ngone Futuru," tegas Waris Agono.

BACA JUGA:RATUSAN POLISI DIGESER! Kapolda Malut Lakukan Mutasi Besar-besaran

Peta Perayaan Tahun Ini

Peta perayaan tahun ini memang cukup kompleks. Kapolda memaparkan rincian kalender yang akan menguji kedewasaan beragama masyarakat Maluku Utara:

19 Maret 2026

Puncak Hari Raya Nyepi (Wajib Hening).

20 Maret 2026

Estimasi Idulfitri versi warga Muhammadiyah.

21 Maret 2026

Estimasi Idulfitri versi Pemerintah RI.

Dengan adanya sebaran tanggal ini, potensi massa di jalanan akan meningkat tajam. Polda Maluku Utara telah menyiapkan skema pengamanan berlapis untuk memastikan transisi dari keheningan Nyepi menuju euforia Lebaran berjalan tanpa insiden.

Filosofi Marimoi Ngone Futuru

Di bagian bawah instruksi ini, Kapolda mengingatkan kembali pentingnya filosofi lokal "Marimoi Ngone Futuru" yang berarti bersatu untuk menjadi kuat.

Dia mengimbau mereka yang merayakan Lebaran lebih awal tidak mengejek mereka yang merayakan belakangan, begitupun sebaliknya.

Polda Maluku Utara menjamin bahwa personel keamanan akan disebar ke titik-titik sensitif, mulai dari tempat ibadah Hindu hingga jalur utama yang biasanya padat saat malam takbiran.

Sumber: