Nelayan Malut Harus Naik Kelas! Gubernur Sherly Tawarkan Modal Murah

Nelayan Malut Harus Naik Kelas! Gubernur Sherly Tawarkan Modal Murah

Nelayan Malut Harus Naik Kelas, Gubernur Sherly Tawarkan Modal Murah--

Sherly menjelaskan, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan berupa mesin kapal berdaya 15 PK, sementara pengadaan perahu atau kapal dapat dibiayai melalui skema KUR.

Bahkan, nelayan yang belum memiliki perahu maupun mesin tetap bisa mengakses pembiayaan usaha melalui KUR sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Mesin bisa dibantu pemerintah, kapal bisa melalui KUR. Yang belum punya apa-apa pun tetap punya peluang lewat pembiayaan usaha,” jelasnya.

BACA JUGA:Gibran Kunjungi Maluku Utara, Silaturahmi dengan Nelayan dan Pelaku UMKM

Rincian Cicilan KUR untuk Nelayan

Dalam sosialisasi tersebut, turut dijelaskan skema cicilan KUR yang dirancang agar ringan dan realistis bagi nelayan, antara lain:

  • Pinjaman Rp35 juta: cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan
  • Pinjaman Rp40 juta: cicilan sekitar Rp700 ribu per bulan
  • Pinjaman Rp50 juta: cicilan sekitar Rp900 ribu per bulan

Skema ini diharapkan dapat dimanfaatkan nelayan untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari alat tangkap hingga operasional melaut.

Tak hanya soal modal, Gubernur Sherly menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manajemen usaha nelayan. Tanpa pengelolaan yang baik, akses modal justru berisiko menimbulkan masalah baru.

“Modal harus dibarengi kemampuan mengelola usaha. Kalau itu berjalan, kesejahteraan nelayan akan meningkat secara berkelanjutan. Nelayan Maluku Utara harus percaya diri mengelola usahanya sendiri, bukan sekadar bertahan hidup,” tutup Sherly.

BACA JUGA:Gubernur Sherly: Kesejahteraan Petani-Nelayan Malut Belum Sejalan dengan Laju Ekonomi

 

Sumber: