MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maluku Utara mengeluarkan peringatan dini terkait potensi krisis air dan kekeringan meteorologis yang diprediksi bertahan hingga Oktober 2026.
Kondisi minimnya curah hujan ini dipicu oleh akumulasi puncak musim kemarau yang diperparah oleh fenomena iklim El Niño, sehingga menekan pasokan uap air di wilayah Indonesia timur.
Dampaknya, tingkat curah hujan di sebagian besar wilayah kabupaten dan kota se-Maluku Utara merosot tajam, bahkan berpotensi tidak mengalami hujan sama sekali dalam beberapa pekan mendatang.
Koordinator BMKG Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, mengonfirmasi bahwa pola iklim kering tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya.
“Karena kita ini di puncak musim kemarau ditambah juga El Niño, di bulan Agustus, September sampai Oktober curah hujannya sangat sedikit, bahkan mungkin tidak ada hujan sama sekali,” ujar Desindra Deddy Kurniawan, Selasa (11/8/2026).
Rekor Hari Tanpa Hujan (HTH) Tembus Lebih dari 31 Hari
Berdasarkan pemantauan jaringan stasiun BMKG di Maluku Utara, sejumlah area kini resmi masuk dalam kriteria Hari Tanpa Hujan (HTH) Sangat Panjang (Very Long).
- Durasi Kering: Beberapa titik wilayah telah mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 31 hari berturut-turut.
- Zona Rawan: Sejumlah kawasan pertanian dan perkebunan bahkan mencatatkan durasi tanpa hujan yang telah mendekati kurun waktu dua bulan.
- Dampak Sektor Agraris: Pihak BMKG meminta para petani mengantisipasi ancaman gagal panen akibat ketiadaan pasokan irigasi alami.
Kondisi tanah yang retak serta vegetasi berupa semak, ranting, dan daun kering yang melapuk di permukaan tanah membuat wilayah ini berada pada status sangat mudah terbakar (extremely flammable).
Peringatan Keras Penggunaan Api & Puntung Rokok
Peningkatan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi ancaman paling krusial yang disorot BMKG.
Gesekan vegetasi kering yang berpadu dengan tiupan angin kencang dapat memicu pemicuan api dalam hitungan detik.
BMKG mengimbau keras para petani dan pelaku usaha perkebunan untuk menghentikan total praktik pembukaan lahan (land clearing) dengan cara dibakar.
Selain itu, masyarakat umum diminta untuk tidak melakukan kecerobohan sekecil apa pun di area terbuka.
“Ketika puntung rokok dibuang di semak-semak, itu akan menjadi titik api dan akan cepat sekali menyebar ketika angin bertiup cukup kencang,” tegas Desindra.