Wagub Sarbin Sehe Tabuh Tifa Pembukaan POPDA XII di Morotai

Selasa 07-07-2026,15:29 WIB
Reporter : Rizal Husen Teguh Pribadi
Editor : Rizal Husen Teguh Pribadi

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Geliat pesta olahraga pelajar terbesar di Maluku Utara resmi bergulir. 

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara konseptual dan resmi membuka gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Tingkat Provinsi Maluku Utara yang dipusatkan di Stadion Bangsaha, Kabupaten Pulau Morotai, pada Selasa, 7 Juli 2026. 

Ajang multidistrik bergengsi ini mencatatkan sejarah baru dengan total partisipasi sebanyak 1.143 orang yang datang dari 10 kabupaten/kota se-provinsi.

Prosesi pembukaan yang berlangsung meriah tersebut ditandai dengan pemukulan tifa secara serempak oleh Wakil Gubernur yang didampingi langsung oleh jajaran elit daerah, termasuk Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, Bupati Piet Hein Babua, Wakil Bupati Pulau Morotai, serta Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Utara, Haryadi Ahmad. 

Secara rinci, kekuatan kontingen yang berlaga di Pulau Morotai tahun ini terdiri dari 875 atlet pelajar potensial, 129 pelatih berlisensi, serta 139 ofisial tim.

Dalam pidato amanatnya yang menggelegar di tengah stadion, Wagub Sarbin Sehe menaruh perhatian khusus pada integritas perangkat pertandingan. 

Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak ingin ada noda kecurangan atau keputusan kontroversial dari pengadil lapangan yang dapat merusak mental sportivitas para atlet remaja yang sedang berkembang.

Sadar bahwa drama protes terhadap keputusan wasit masih kerap mengotori iklim olahraga nasional, Sarbin Sehe menitipkan pesan sakral agar dewan hakim dan juri bertindak adil. 

Transparansi dan kepemimpinan yang objektif di lapangan hijau dinilai menjadi satu-satunya kunci utama agar POPDA XII ini melahirkan jawara murni yang siap bersaing di level nasional.

“Apapun keputusan dewan juri dan dewan hakim menjadi keputusan penting bagi kita. Maka mari kita hargai dan kita hormati. Kepada para wasit, saya menitipkan satu hal. Seluruh pertandingan akan berwibawa ketika dewan hakim dan juri menegakkan kejujuran, profesionalitas, dan sportivitas. Dengan begitu, martabat pertandingan akan tetap berdiri tegak,” tegas Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.

Mari Moi Ngone Futuru di Luar Lapangan Pertandingan

Selain urusan mengejar medali emas, orang nomor dua di Pemprov Malut ini juga mengingatkan esensi fundamental dari pelaksanaan olahraga pelajar. 

Lapangan pertandingan harus dipandang sebagai jembatan silaturahmi untuk mempererat simpul persaudaraan antar-remaja dari berbagai pulau di Maluku Utara, bukan sebagai pemicu perpecahan atau permusuhan sektoral.

Seluruh kontingen diwajibkan untuk menjunjung tinggi kearifan lokal kebanggaan daerah, yakni Mari Moi Ngone Futuru (Bersatu Kita Kuat). 

Rivalitas keras dan adu taktik hanya diizinkan mengalir selama waktu normal pertandingan 2x45 menit atau di atas arena, namun begitu peluit panjang berakhir, semua kembali menjadi satu keluarga besar Maluku Utara.

Pada bagian akhir arahannya, Wagub menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai di bawah komando Rusli Sibua beserta seluruh elemen masyarakat lokal. 

Kategori :