MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Aspek perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang solid kini menjadi fondasi utama mutlak bagi seluruh jajaran kepolisian di Maluku Utara.
Anggaran negara yang dialokasikan wajib digunakan secara efektif, efisien, transparan, serta akuntabel demi pelayanan masyarakat yang optimal.
Hal tersebut menjadi poin krusial yang ditekankan untuk memastikan tidak ada lagi pemborosan atau program yang salah sasaran di tahun anggaran 2026.
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, secara tegas menyatakan audit kinerja internal yang dilakukan oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) sama sekali bukan sebuah ajang untuk mencari-cari kesalahan atau menjatuhkan komandan satuan kerja (satker).
Sebaliknya, proses ini merupakan instrumen evaluasi mendalam untuk memperbaiki tata kelola organisasi secara total dan berkelanjutan.
Pernyataan berskala penting tersebut disampaikan langsung oleh Jenderal Bintang Satu ini saat memimpin agenda penutupan taklimat akhir audit kinerja Itwasda Polda Malut Tahap I.
Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Utama (Rutama) lantai 3 Markas Polda Malut.
"Setiap program, kegiatan, dan penggunaan anggaran harus berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Jadikan momentum audit ini sebagai bahan perbaikan, bukan sekadar kegiatan seremonial semata," tegas Kapolda Malut, Brigjen Pol. Arif Budiman (9/6/2026).
Stop Formalitas Administrasi, Orientasi ke Pelayanan Publik
Dalam arahannya yang dihadiri oleh para pejabat utama dan Kapolres jajaran secara tatap muka maupun daring, Kapolda memberikan warning keras.
Ia menginstruksikan para kepala satker agar menyusun program kerja berdasarkan kebutuhan riil dan data akurat di lapangan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban atau formalitas administrasi di atas kertas.
Fungsi Irwasda kini direposisi sebagai mitra konsultatif (consulting partner) bagi satuan kerja.
Harapannya, kerja sama ini mampu menghentikan adanya temuan berulang (repetitive findings) dari tahun ke tahun, sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin, tertib, dan berintegritas tinggi.
Untuk menjamin hal itu, pengawasan melekat (waskat) oleh masing-masing pimpinan satker wajib ditingkatkan pada setiap tahapan kegiatan.
Sebagai informasi tambahan, audit kinerja tahap pertama yang dirampungkan pada pertengahan tahun 2026 ini memfokuskan pemeriksaan pada aspek perencanaan dan pengorganisasian di seluruh unit kerja Polda Malut.