MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung api Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melonjak tajam setelah mengalami erupsi besar pada Minggu malam, 17 Mei 2026, pukul 18:38 WIT.
Letusan hebat tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik raksasa berintensitas tebal berwarna kelabu dengan ketinggian mencapai 5.000 meter atau 5 kilometer di atas puncak kawah.
Berdasarkan laporan visual dari pos pengamatan, embusan material abu pekat tersebut bergerak condong ke tiga arah utama, yakni barat daya, barat, dan barat laut.
Otoritas setempat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas letusan periodik ini berpotensi mengganggu jalur penerbangan udara regional serta mobilitas harian masyarakat di sekitar kaki gunung.
Petugas Pengamat Gunung Dukono, M. Saum Amin, membeberkan bahwa manifes letusan ini terekam sangat jelas pada instrumen seismogram milik Pos Pengamatan Gunungapi (PGA).
Guncangan akibat muntahan magma tersebut mencatatkan amplitudo maksimum sebesar 34 milimeter dengan durasi seismik sementara yang terbilang cukup lama, yakni kurang lebih 12 menit 44 detik.
Pihak PGA mengingatkan bahwa area paparan hujan abu sifatnya fluktuatif dan tidak menetap. Hal ini dipengaruhi secara penuh oleh fluktuasi kecepatan serta kemana arah angin bertiup pada lapisan atas atmosfer, sehingga sebaran material vulkanik dapat meluas kapan saja ke pemukiman warga di luar prediksi sektor utama.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi sementara ini kurang lebih 12 menit 44 detik. Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” papar M. Saum Amin melalui rilis resmi, Minggu (17/5/2026).
Zona Terlarang Kawah Malupang Warirang Diperluas
Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih bertahan kokoh di Status Level II (Waspada).
Menanggapi kondisi kritis ini, Pos PGA Dukono mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat lokal, pelancong, hingga pendaki gunung agar menghentikan segala bentuk aktivitas di alam terbuka dan dilarang keras mendekati area aktif Kawah Malupang Warirang dalam radius sektoral 4 kilometer dari pusat aktivitas.
Guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan kronis, warga di lingkar luar kawasan rawan bencana diminta untuk segera menyiapkan alat pelindung diri.
Distribusi dan penggunaan masker penutup mulut serta hidung sangat disarankan untuk mengantisipasi paparan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat partikel tajam abu vulkanik.