Nilai Impor Maluku Utara Tembus US$5.7 Miliar

Kamis 15-01-2026,10:11 WIB
Reporter : Rizal Husen Teguh Pribadi
Editor : Rizal Husen Teguh Pribadi

 

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Aktivitas perdagangan luar negeri Provinsi Maluku Utara menunjukkan tren agresif sepanjang 2025.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor daerah ini tercatat mencapai US$5.710,00 juta selama periode Januari hingga November 2025.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 48,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ini menandakan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang modal untuk menopang pertumbuhan industri.

“Peningkatan impor menunjukkan aktivitas ekonomi dan industri yang terus berkembang,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Maluku Utara, Evida Karismawati.

Tak hanya secara kumulatif, tren kenaikan juga terlihat secara bulanan. Pada November 2025, nilai impor Maluku Utara tercatat sebesar US$524,53 juta.

Capaian ini meningkat 31,81 persen jika dibandingkan dengan impor pada November 2024, menandakan adanya lonjakan permintaan barang impor menjelang akhir tahun.

BACA JUGA:TANPA IMPOR! Maluku Utara Tegaskan Dukungan Swasembada Beras Era Prabowo

Mesin dan Peralatan Jadi Penyumbang Terbesar

Dari sepuluh golongan barang utama yang dicatat BPS, kelompok Mesin-mesin dan Pesawat Mekanik (HS 84) menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan nilai impor.

Sepanjang Januari–November 2025, nilai impor golongan ini mencapai US$898,04 juta, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mesin dan peralatan mekanik mendominasi impor karena berkaitan langsung dengan kebutuhan industri,” jelas Evida.

Jika dilihat dari sisi persentase, golongan Garam, Belerang, dan Kapur (HS 25) mencatatkan kenaikan paling mencolok.

Sepanjang Januari hingga November 2025, impor kelompok ini melonjak hingga 153,56 persen, mencerminkan meningkatnya kebutuhan sektor pertambangan dan industri pengolahan.

Tiongkok Masih Jadi Pemasok Utama

Dari sisi negara asal, Tiongkok masih mendominasi pasokan barang impor Maluku Utara. Nilai impor dari negara tersebut mencapai US$4.067,90 juta, atau setara 71,24 persen dari total impor.

Selain Tiongkok, dua negara pemasok terbesar lainnya adalah:

• Filipina: US$516,47 juta

• Arab Saudi: US$215,15 juta

Dominasi ini menunjukkan kuatnya ketergantungan Maluku Utara pada mitra dagang Asia dalam mendukung aktivitas industrinya.

Meski nilai impor meningkat tajam, kondisi perdagangan Maluku Utara masih tergolong sehat. BPS mencatat neraca perdagangan daerah ini surplus sebesar US$7.131,01 juta selama Januari–November 2025.

Surplus tersebut didorong oleh kuatnya kinerja ekspor, terutama dari sektor pertambangan dan industri berbasis sumber daya alam.

BACA JUGA:Maluku Utara Borong Barang Impor Rp63 Triliun, Tiongkok Pemasok Utama

Kategori :