Gunung Ibu Mengamuk: 91 Kali Erupsi Guncang Halmahera Barat Dalam Sehari

Gunung Ibu Mengamuk: 91 Kali Erupsi Guncang Halmahera Barat Dalam Sehari

Gunung Ibu Mengamuk: 91 Kali Erupsi Guncang Halmahera Barat Dalam Sehari--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami peningkatan signifikan. 

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu melaporkan gunung api aktif tersebut mencatatkan 91 kali erupsi harian sepanjang Minggu (26/7/2026).

Kolom abu vulkanik teramati membumbung tinggi antara 200 hingga 600 meter di atas puncak kawah, berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Tinggi letusan dari bibir kawah aktif tercatat mencapai 100 hingga 200 meter.

Peningkatan frekuensi letusan ini diiringi dengan aktivitas kegempaan internal yang sangat intensif. Hasil rekaman seismogram menunjukkan adanya ratusan kali guncangan vulkanik dangkal di bawah tubuh gunung.

"Saat erupsi terjadi, tercatat beberapa aktivitas kegempaan diantaranya 1 kali hembusan, 9 kali Tremor Harmonik, 93 kali Low Frequency, 112 kali Vulkanik Dangkal, 1 kali Vulkanik Dalam, 1 kali Tektonik Lokal, dan 4 kali Tektonik Jauh," terang Petugas Pengamat Gunung Ibu, M. Saum Amin, melalui laporan resminya pada Senin (27/7/2026).

Meski mengalami letusan yang terbilang masif, tingkat aktivitas Gunung Ibu hingga saat ini masih dipertahankan pada Level II (Waspada).

Warga Dilarang Mendekat hingga Radius 3,5 Km

Merespons potensi ancaman bahaya guguran lava dan awan panas, pihak PGA Ibu mengeluarkan rekomendasi tegas bagi penduduk lokal, pengunjung, maupun wisatawan untuk mengosongkan area rawan bencana.

Masyarakat dilarang keras beraktivitas di dalam radius aman 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, perluasan sektoral diberlakukan sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sektor utara.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan alat pelindung hidung dan mulut seperti masker serta kacamata untuk mengantisipasi gangguan pernapasan dan mata," imbau M. Saum Amin.

 

Sumber: