Strategi Malut Hidupkan Ekonomi Desa di Harkopnas ke-79

Strategi Malut Hidupkan Ekonomi Desa di Harkopnas ke-79

Strategi Malut Hidupkan Ekonomi Desa di Harkopnas ke-79--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak ingin peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 hanya berakhir sebagai seremoni potong tumpeng belaka. 

Momentum sakral yang jatuh pada Juli 2026 ini dijadikan ajang akselerasi besar-besaran untuk mengoperasikan 1.185 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Program berskala strategis nasional ini ditargetkan menjadi generator utama pemutar roda ekonomi masyarakat di level akar rumput.

Hingga data terbaru per Juli 2026, total koperasi yang terdaftar di Maluku Utara menembus angka 2.669 unit. 

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 2.350 koperasi berstatus aktif, sementara 315 koperasi lainnya dilaporkan tidak aktif alias mati suri. 

Kondisi inilah yang membuat pemerintah daerah memfokuskan sisa tahun anggaran untuk membenahi tata kelola kelembagaan.

Belasan Gudang Logistik KDKMP Siap Beroperasi

Dari total 1.185 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah resmi terbentuk di Maluku Utara, progres fisiknya terus dipantau ketat oleh dinas terkait. Saat ini, baru 17 koperasi yang sudah beroperasi secara penuh melayani kebutuhan warga lokal.

Sementara itu, sebanyak 125 koperasi terpantau tengah dikebut dalam proses konstruksi gerai fisik, dan 11 koperasi dinyatakan telah merampungkan pembangunan fisik gerai serta pergudangan logistik secara menyeluruh. 

Pengoperasian infrastruktur ini diharapkan mampu memangkas rantai pasok barang pokok di pelosok pulau.

“Data ini menunjukkan percepatan operasionalisasi KDKMP masih menjadi pekerjaan utama pemerintah daerah. Penguatan kapasitas pengurus menjadi faktor penting agar koperasi tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi mandiri,” tegas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara, Wa Zaharia.

Guna menyiasati tingginya angka koperasi tidak aktif, Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara menginisiasi rangkaian agenda taktis yang bergulir sepanjang Juli 2026. 

Di antaranya adalah menggelar rapat koordinasi makro bersama seluruh bupati dan wali kota se-Maluku Utara guna menyelaraskan regulasi operasional KDKMP.

Selain itu, para pengurus koperasi lokal akan disuntik ilmu baru melalui bimbingan teknis (bimtek) intensif. 

Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan sistem akuntansi digital, penyusunan laporan keuangan yang akuntabel, manajemen perlindungan aset, serta peningkatan integritas sumber daya manusia (SDM) agar terhindar dari kasus penggelapan dana.

Sumber: