Malut United dan S.L Benfica Jamin Seleksi Akademi Bersih dari Manipulasi
Malut United dan S.L Benfica Jamin Seleksi Akademi Bersih dari Manipulasi--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Manajemen Malut United membuktikan komitmen sosialnya di dunia si kulit bundar dengan menggandeng klub raksasa asal Portugal, S.L. Benfica.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak resmi meluncurkan Akademi Merah Putih yang berfokus menjaring anak yatim, piatu, serta anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Maluku Utara, Maluku, hingga Papua untuk diorbitkan ke panggung sepak bola internasional.
Dalam agenda pertemuan yang digelar pada Jumat (15/5/2026), Direktur PT Malut Sejahtera, Dirk Soplanit, menegaskan bahwa proses rekrutmen dipastikan berjalan objektif, ketat, dan bebas dari praktik titipan atau manipulasi.
Langkah ini diambil agar impian besar owner klub dalam mengangkat derajat dan meningkatkan taraf hidup anak-anak kurang mampu lewat jalur prestasi sepak bola profesional dapat tepat sasaran.
Kolaborasi Pendidikan Formal, Bahasa Asing dan Pesantren
Akademi Merah Putih dirancang sebagai proyek jangka panjang dengan target kuota awal sebanyak 70 anak per tahun dari kelompok usia 7 hingga 9 tahun.
Mengusung semangat kebhinekaan tanpa sekat, komposisi siswa akan dibagi secara proporsional, yakni 45 anak beragama Islam dan 25 anak nasrani.
Mereka akan dibina secara terpusat dalam satu wadah training camp terpadu tanpa ada batasan pemisah.
Siswa muslim akan mendapatkan asuhan pendidikan berbasis pesantren untuk penguatan akhlak, keimanan, serta pembelajaran Al-Qur'an.
Sementara siswa nasrani dibina secara intensif untuk menjalankan nilai-nilai kerohanian dan moral yang baik.
Guna menunjang karier internasional, kurikulum akademi juga dilengkapi dengan pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab menggunakan tenaga pengajar berpengalaman dari Pulau Jawa.
“Mereka digodok menjadi pemain handal sekaligus memiliki moral dan disiplin yang baik. Jadi bukan hanya menjadi pemain sepak bola, tetapi juga manusia yang berakhlak. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa sukses dan mengangkat derajat keluarganya,” jelas Direktur PT Malut Sejahtera, Dirk Soplanit.
Pendidikan Formal Tetap Terjamin Melalui Rapor Sekolah Asal
Pihak manajemen memastikan bahwa aspek akademis para siswa tidak akan telantar. Akademi Merah Putih menjalin kerja sama resmi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara serta Dinas Pendidikan setempat.
Lewat regulasi ini, para peserta didik tetap mengenyam pendidikan formal sehingga nilai mata pelajaran mereka akan diterbitkan langsung melalui rapor dari sekolah asal masing-masing.
Mengenai pemilihan nama "Merah Putih", Dirk Soplanit membeberkan bahwa identitas tersebut merujuk pada bendera nasional Indonesia.
Sumber: