Maluku Utara Jadi Pionir 1.185 Posbankum Desa
Maluku Utara Jadi Pionir 1.185 Posbankum Desa--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi memperkuat komitmennya untuk menghadirkan 1.185 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang tersebar hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Langkah masif ini bertujuan agar warga kurang mampu tidak lagi merasa "buta hukum" atau takut menghadapi masalah legal karena kendala biaya.
Targetnya tidak main-main. Agenda besar ini direncanakan akan diresmikan secara nasional pada April 2026 mendatang.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung seremoni peluncuran tersebut, menempatkan Maluku Utara sebagai salah satu titik fokus penguatan hukum di wilayah Indonesia Timur.
"Masyarakat yang sudah merasakan manfaat Posbankum sebaiknya mulai berbagi testimoni. Ini sangat krusial agar warga lainnya menyadari bahwa ada layanan bantuan hukum gratis yang nyata dan bisa mereka akses tanpa biaya sepeser pun," ungkap Gubernur Sherly Tjoanda penuh penekanan saat audiensi di Sofifi, Jumat (6/3/2026).
Lindungi Kekayaan Intelektual dari Pencurian
Selain urusan bantuan hukum pidana dan perdata, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Kanwil Kemenkum Malut juga membidik sektor ekonomi kreatif.
Kakanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir, menyoroti nasib para musisi dan seniman lokal yang karyanya seringkali tidak terlindungi secara legal.
Dalam pertemuan strategis di kediaman dinas Gubernur tersebut, dibahas mengenai kemudahan layanan Kekayaan Intelektual (KI) dan Administrasi Hukum Umum (AHU).
Argap menegaskan bahwa identitas budaya Maluku Utara adalah aset mahal yang harus dipatenkan agar memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi para pelakunya.
Peresmian Gedung Baru dan "Indikasi Geografis"
Tak hanya soal regulasi, infrastruktur fisik juga menjadi sorotan.
Pada April 2026, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dijadwalkan hadir untuk meresmikan gedung baru Kanwil Kemenkum Maluku Utara.
Menariknya, acara ini akan dibalut dengan pelestarian kekayaan alam lokal melalui penanaman tanaman yang memiliki Indikasi Geografis (IG) khas Maluku Utara.
Komoditas Unggulan yang Akan Ditanam
Kelapa Bido Morotai
Varietas unggul nasional yang menjadi salah satu kebanggaan daerah.
Cengkeh dan Pala
Dikenal sebagai "emas hijau" yang memiliki sejarah panjang dalam perdagangan Maluku Utara.
Harmonisasi Aturan Daerah untuk Kesejahteraan Rakyat
Sumber: