Video Gubernur Malut Janjikan Uang Tunai Ternyata Hoaks AI

Video Gubernur Malut Janjikan Uang Tunai Ternyata Hoaks AI

Video Gubernur Malut Janjikan Uang Tunai Ternyata Hoaks AI--

 

 

 

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, seolah-olah menjanjikan bantuan uang tunai menjelang tahun 2026.

Video tersebut menyebutkan bantuan untuk modal usaha, biaya pendidikan, hingga kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Namun, informasi itu dipastikan tidak benar. Pemerintah menegaskan bahwa video yang beredar merupakan konten palsu dan tidak pernah berasal dari kebijakan resmi Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui tim cek fakta menyatakan bahwa video tersebut adalah hasil manipulasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI dan tidak mencerminkan pernyataan atau kebijakan resmi Gubernur Maluku Utara,” demikian keterangan Kemkomdigi.

Dari hasil verifikasi, ditemukan potongan video tersebut memanfaatkan konten lama yang telah dimodifikasi secara digital.

BACA JUGA:Gubernur Malut Ingatkan Bahaya Calo Ilegal: Ikuti Jalur Resmi untuk Kerja di Luar Negeri

Diambil dari Unggahan Lama Tahun 2024

Video hoaks tersebut diketahui memanipulasi unggahan lama dari akun Instagram pribadi Gubernur Sherly Tjoanda, @s_tjo, yang diposting pada Januari 2024.

Dalam video aslinya, Sherly tidak pernah membahas bantuan uang tunai. Ia justru mengumumkan program tiket pesawat gratis rute Ternate–Morotai bagi 50 warga Maluku Utara yang memiliki KTP daerah setempat.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap informasi bantuan sosial yang beredar di media sosial, terutama yang mencatut nama pejabat publik.

Informasi resmi terkait bantuan pemerintah hanya disampaikan melalui:

• Kanal resmi pemerintah daerah

• Situs kementerian dan lembaga

• Akun media sosial terverifikasi

BACA JUGA:Gubernur Malut Soroti Kesenjangan Ekonomi: Pertumbuhan Tinggi, Tapi Petani dan Nelayan Masih Tertinggal

 

Sumber: