TRAGEDI HALBAR! Banjir dan Longsor Terjang, Ribuan Warga Terdampak, Korban Jiwa Berjatuhan
TRAGEDI HALBAR! Banjir dan Longsor Terjang, Ribuan Warga Terdampak, Korban Jiwa Berjatuhan--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor pada Rabu (7/1/2026) lalu. Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan banjir meluas di lima kecamatan dan sembilan desa, serta longsor yang menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, banjir tersebut berdampak pada 3.444 jiwa atau 726 kepala keluarga (KK). Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat longsor di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.
Banjir merendam wilayah Kecamatan Sahu Timur, Ibu, Tabaru, Ibu Selatan, dan Loloda. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Ibu.
Khususnya Desa Tongute Ternate dengan 1.300 jiwa dari 300 KK terdampak, dan sekitar 1.000 jiwa terpaksa mengungsi. Sebanyak 11 unit rumah rusak berat dan 100 unit rusak ringan.
Di Desa Tongute Ternate Asal, 197 jiwa terdampak, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, balita, dan penyandang disabilitas. Kerusakan bangunan di desa ini meliputi empat rumah rusak berat dan 32 rumah rusak ringan.
Di Desa Gamlamo, sebanyak 1.509 jiwa dari 250 KK terdampak, dengan 500 jiwa mengungsi secara mandiri.
Tujuh rumah mengalami rusak berat dan 15 rumah rusak ringan. Adapun di Desa Gamici, lima unit rumah dan satu unit pasar dilaporkan rusak berat.
BACA JUGA:Pangdam Pattimura Komandoi Latihan Besar, Halmahera Tengah Siap Hadapi Banjir Tahunan
Akses Terputus, Korban Jiwa Berjatuhan
Longsor di Desa Soasio, Kecamatan Loloda, menyebabkan dua warga meninggal dunia. Akses menuju desa tersebut masih terputus akibat longsoran pada ruas jalan Ibu–Kedi.
Upaya Bupati Halmahera Barat bersama Tim Penanggulangan Bencana Provinsi untuk mencapai lokasi belum berhasil karena kondisi jalan yang tidak dapat dilalui.
Secara keseluruhan, kerusakan akibat bencana ini mencakup 34 unit rumah rusak berat, 3 unit rusak sedang, dan 286 unit rusak ringan, serta satu pasar dan satu ruko rusak berat.
Sebanyak 1.500 jiwa dari 60 KK saat ini mengungsi di rumah penduduk, SD Tongute Ternate, dan Balai Desa Tongute Ternate Asal. Jaringan listrik dan akses komunikasi dilaporkan terputus di sejumlah lokasi.
Kepala BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat atas arahan Gubernur Sherly Tjoanda.
BPBD Provinsi dan Basarnas membantu pemasangan tenda dan posko lapangan, sementara PLN melakukan perbaikan jaringan listrik darurat.
BPBD Halmahera Barat juga telah menyalurkan bantuan awal berupa satu ton beras dan 500 dus mi instan.
BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi tenda, terpal, matras, makanan siap saji, sembako, paket bayi, selimut, family kit, serta perlengkapan kebersihan.
Pemerintah daerah direkomendasikan segera menetapkan status tanggap darurat serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.
Mengingat BMKG memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Halmahera Barat hingga 11 Januari 2026.
BACA JUGA:Maluku Utara Kini Punya Pusat Kendali Bencana Berteknologi Tinggi
Sumber: