Rp757 Triliun untuk Cetak SDM Unggul

Rp757 Triliun untuk Cetak SDM Unggul

Rp757 Triliun untuk Cetak SDM Unggul-Disway/Diolah-

 

 

Komitmen bersejarah Presiden Prabowo Subianto alokasikan anggaran pendidikan Rp757,8 T pada RAPBN 2026. Fokus pada revitalisasi sekolah, kesejahteraan guru, dan beasiswa untuk wujudkan pemerataan dan SDM unggul.

------------------------------------------------------------------------

PEMERINTAHAN Presiden Prabowo Subianto telah menorehkan sejarah baru dalam komitmennya pada sektor pendidikan.

Melalui penetapan RAPBN 2026, pendidikan menjadi sektor dengan alokasi anggaran terbesar, sebuah langkah yang menempatkan masa depan bangsa di garda terdepan.

Angka fantastis Rp757,8 triliun dikucurkan, memecahkan rekor sebagai investasi terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar pemenuhan amanat konstitusi, ini adalah deklarasi perang terhadap ketimpangan dan kebodohan.

Visi besar Indonesia Emas 2045 kini memiliki fondasi finansial yang kokoh untuk mencetak generasi yang mampu bersaing di panggung global.

Investasi Fisik dan Non-Fisik

Investasi triliunan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Selain revitalisasi dan renovasi ribuan sekolah dan kampus dengan dana Rp150,1 triliun untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak, pemerintah juga memberikan perhatian serius pada unsur manusianya.

Kesejahteraan guru dan dosen menjadi prioritas utama. Alokasi Rp178,7 triliun khusus disiapkan untuk meningkatkan gaji, tunjangan, dan program pelatihan, memastikan para pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan apresiasi yang pantas.

Anggaran jumbo ini menjadi senjata ampuh untuk memerangi ketidakmerataan pendidikan.

Dengan kolaborasi antara kementerian dan penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pemerintah memastikan dana tersebut menjangkau daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal).

Selain itu, program beasiswa diperluas, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 21,1 juta siswa dan KIP Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa, membuka pintu kesempatan bagi semua anak bangsa, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.

Hal ini sejalan dengan program inovatif Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang bertujuan memutus rantai kemiskinan dan mengasah talenta unggul.

Transparansi dan Pengawasan

Mengingat besarnya anggaran, pemerintah dan DPR, khususnya Komisi X, berkomitmen penuh pada transparansi dan akuntabilitas.

Mekanisme pengawasan ketat, audit BPKP dan BPK sejak dini, serta peluncuran kanal aduan publik menjadi jaminan bahwa dana rakyat tidak akan salah sasaran atau bocor.

Ini adalah langkah maju untuk memastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan nasional, membawa kita selangkah lebih dekat menuju Indonesia Emas 2045.

 

SELENGKAPNYA BACA DI https://disway.id/read/894669/rp7578-triliun-untuk-pendidikan

Sumber: