Jaringan Filipina-Papua Terbongkar! Polda Malut Sita 3 Senpi Laras Panjang & Amunisi

Jaringan Filipina-Papua Terbongkar! Polda Malut Sita 3 Senpi Laras Panjang & Amunisi

Jaringan Filipina-Papua Terbongkar! Polda Malut Sita 3 Senpi Laras Panjang & Amunisi--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID – Polda Maluku Utara berhasil membongkar jaringan kejahatan lintas negara (transnational crime) penyelundupan senjata api (senpi) dan amunisi ilegal. 

Senjata api berbahaya tersebut dipasok langsung dari Filipina melalui rute laut Halmahera Utara dengan tujuan akhir pengiriman ke Papua.

Pengungkapan kasus kelas berat ini dipaparkan langsung oleh Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, dalam konferensi pers resmi di Mako Polda Malut pada Rabu (5/8/2026).

Dalam operasi penindakan maraton tersebut, aparat kepolisian berhasil memutus rantai distribusi dan menangkap tiga orang tersangka berinisial BS alias UB, ZS, serta SC.

Rincian Barang Bukti Senpi & Amunisi yang Disita:

  • 1 Pucuk Senjata Api Rakitan Jenis SS1
  • 1 Pucuk Senjata Api Semi-Rakitan Jenis SS2
  • 1 Pucuk Senjata Api Laras Panjang Jenis SMR (Senjata Mesin Ringan)
  • 1 Buah Magasin
  • 206 Butir Amunisi Aktif dari Berbagai Kaliber

DPO Jaringan Penyelundup Diringkus di Galela

Penangkapan para pelaku dilakukan secara bertahap di wilayah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) setelah melalui rangkaian penyelidikan dan penyidikan intensif oleh tim gabungan.

Tersangka pertama, BS alias UB, ditangkap pada 17 Juli 2026 di Desa Soasio, Kecamatan Galela. Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penangkapan tersangka kedua, ZS, di Desa Gorua, Kecamatan Tobelo Utara.

Puncaknya, pada Senin (3/8/2026), tim berhasil meringkus tersangka SC yang sebelumnya berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) di kediamannya yang berlokasi di Desa Igobula, Kecamatan Galela.

Kapolda menegaskan bahwa masuknya senjata api secara ilegal dari negara tetangga bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas keamanan nasional.

“Peredaran senjata api ilegal merupakan ancaman sangat serius bagi keamanan nasional. Senjata-senjata ini berpotensi besar digunakan untuk mendukung aksi kriminalitas, memperkuat kelompok kriminal bersenjata (KKB), hingga memicu konflik berdarah. Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen tegas Polda Malut dalam memperketat pengawasan jalur laut maupun darat,” tegas Irjen Pol. Arif Budiman.

Penyidik Bidik Aktor Intelektual Lain

Hingga saat ini, penyidik Polda Maluku Utara terus melakukan pendalaman mendalam untuk membongkar fondasi jaringan yang lebih luas. 

Fokus penyidikan diarahkan untuk melacak asal-usul penyedia senjata di Filipina, pemesan di tanah Papua, serta keterlibatan perantara lainnya.

Menutup keterangannya, Kapolda mengimbau seluruh lapisan masyarakat—terutama di wilayah pesisir dan perbatasan laut—untuk memperketat kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan indikasi aktivitas penyelundupan.

“Partisipasi aktif dan informasi dari masyarakat sangat vital. Kami berharap warga tidak ragu melapor jika mengetahui adanya transaksi, kepemilikan, maupun jalur penyelundupan barang ilegal demi menjaga situasi keamanan Maluku Utara tetap kondusif,” pungkas Kapolda.

Sumber: