5 Tahun Taat Bayar Pajak Kendaraan, 4 Warga Malut Dihadiahi Emas Murni
5 Tahun Taat Bayar Pajak Kendaraan, 4 Warga Malut Dihadiahi Emas Murni--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Langkah unik dan inovatif ditempuh Tim Pembina Samsat bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku Utara dalam mendongkrak kepatuhan warga membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Masyarakat yang tercatat konsisten membayar pajak tepat waktu selama lima tahun berturut-turut tanpa putus diganjar apresiasi istimewa berupa kepingan emas murni.
Inisiatif ini dirancang guna membangun budaya tertib pajak sekaligus memicu pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor transportasi darat.
Apresiasi berupa kepingan emas tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bapenda Maluku Utara, Zainab Alting, di Kantor Samsat Ternate pada Rabu (29/7/2026).
Daftar Warga Penerima Logam Mulia
Berdasarkan data resmi Bapenda Malut, total emas seberat 9,5 gram dibagikan kepada empat orang wajib pajak teladan dari berbagai daerah kabupaten/kota di Maluku Utara:
- Rokiah (Kabupaten Halmahera Timur): Memenangkan hadiah utama berupa 1 keping emas murni 5 gram.
- Kartini Ahmad (Kota Ternate): Memenangkan 1 keping emas murni 2,5 gram.
- Sitna Maryam Saleh (Kabupaten Halmahera Utara): Memenangkan 1 keping emas murni 1 gram.
- Ali Une (Kabupaten Halmahera Selatan): Memenangkan 1 keping emas murni 1 gram.
“Kepatuhan membayar pajak bukan sekadar memenuhi kewajiban hukum sebagai warga negara, melainkan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata masyarakat terhadap kelangsungan pembangunan daerah Maluku Utara,” ujar Kepala Bapenda Malut, Zainab Alting.
Zainab menegaskan bahwa setiap rupiah dari setoran Pajak Kendaraan Bermotor akan secara otomatis dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas transportasi publik.
Guna mengimbangi kesadaran masyarakat yang kian membaik, Tim Pembina Samsat Malut berkomitmen terus memodernisasi layanan melalui digitalisasi aplikasi, perluasan kanal pembayaran elektronik, serta penyederhanaan birokrasi perpanjangan STNK.
“Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa bayar pajak itu adalah bentuk gotong royong membangun daerah. Pemerintah tidak hanya hadir menegakkan aturan, tetapi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang menunjukkan keteladanan,” tegas Zainab.
Sumber: