PAD Surplus Rp346 Miliar, Gubernur Sherly Beri Rapor Biru untuk Bapenda Malut
PAD Surplus Rp346 Miliar, Gubernur Sherly Beri Rapor Biru untuk Bapenda Malut--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Kinerja luar biasa ditunjukkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku Utara dalam mengelola kas daerah.
Keberhasilan instansi ini dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara masif mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Dalam momentum apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di pelataran Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, pada Senin (27/7/2026), Gubernur Sherly menobatkan Bapenda sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan capaian paling outstanding berkat kontribusinya menyuntikkan dana ratusan miliar rupiah ke ruang fiskal daerah.
Lompatan PAD yang dikawal Bapenda terbukti sukses menembus target, menciptakan buffer keuangan yang tebal bagi Pemprov Malut dalam mengeksekusi program-program kerakyatan.
Gubernur Sherly membeberkan fakta bahwa Bapenda secara konsisten berhasil menciptakan tren positif dengan menyumbang kenaikan pendapatan rata-rata sekitar Rp300 miliar setiap tahun.
Puncak performa terlihat pada tahun anggaran 2025. Dari postur awal APBD induk yang dipatok sebesar Rp3,2 triliun, Bapenda sukses mendongkrak PAD dari kisaran Rp800 miliar melesat menjadi lebih dari Rp1,1 triliun. Alhasil, total realisasi penerimaan daerah terkerek naik menyentuh angka Rp3,6 triliun.
Efek domino dari capaian ini sangat krusial, yakni terciptanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp346 miliar. Dana segar inilah yang kini disiapkan sebagai amunisi utama untuk mendanai APBD Perubahan 2026.
“Bapenda kenaikannya sangat baik, ada kenaikan sekitar Rp300 miliar setiap tahun. Apresiasi besar untuk itu. Ini memberikan kita ruang fiskal yang sangat lega,” puji Gubernur Sherly di hadapan ribuan ASN.
Selain Bapenda, Gubernur juga menyematkan apresiasi khusus kepada beberapa OPD yang dinilai bekerja responsif, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Biro Administrasi Pimpinan (Adpim).
Kerja Keras Saja Tidak Cukup, Harus Kasih Solusi
Di balik pujian tersebut, Gubernur Sherly tidak segan memberikan peringatan keras kepada kepala dinas dan OPD yang minim inovasi dan belum menunjukkan hasil kerja nyata.
Baginya, indikator keberhasilan birokrasi bukan diukur dari rutinitas harian, melainkan kemampuan memecahkan masalah riil di masyarakat.
“Dinas-dinas yang belum saya sebutkan berarti belum ada sesuatu yang outstanding. Yang harus dilakukan adalah menyelesaikan masalah di lapangan. Kalau bisa menyelesaikan masalah, baru berarti kinerjanya bagus,” tegas Sherly.
Merespons apresiasi dari pimpinan tertinggi daerah, Kepala Bapenda Maluku Utara, Zainab Alting, menyatakan bahwa pengakuan tersebut merupakan suntikan moral yang kuat bagi seluruh jajarannya untuk terus berinovasi dalam mengelola instrumen pajak dan retribusi daerah.
Zainab mengungkapkan data terbaru bahwa tren positif PAD terus berlanjut di tahun 2026. Hingga penutupan buku pada akhir Juni 2026, kas daerah telah terisi setengah dari target yang dibebankan.
Sumber: