Kinerja IPCC Semester I 2026 Moncer, Volume Kargo Naik 13,86% di Tengah Tekanan Geopolitik

Kinerja IPCC Semester I 2026 Moncer, Volume Kargo Naik 13,86% di Tengah Tekanan Geopolitik

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan pertumbuhan volume kargo sebesar 13,86% secara tahunan pada semester I 2026, didorong oleh transformasi digital dan lonjakan aktivitas logistik domestik. 

Namun di balik kinerja operasional yang solid tersebut, tekanan geopolitik global justru menahan kinerja keuangan perseroan, dengan laba bersih yang terkoreksi 9,28% menjadi Rp103,28 miliar.

Pertumbuhan operasional IPCC utamanya ditopang oleh segmen truk dan bus yang melonjak 53,52%, serta peningkatan volume ekspor CBU sebesar 11,78% dengan Vietnam sebagai tujuan utama. 

Meski demikian, Branch Jakarta yang menyumbang 87% total kargo perseroan justru mengalami koreksi akibat perlambatan permintaan kendaraan impor secara global.

IPCC, operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid sepanjang enam bulan pertama 2026. 

Branch Jakarta bersama lima Terminal Satelit secara konsolidasi menangani tambahan 74.886 unit kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencakup kendaraan penumpang (CBU), alat berat, bus, dan truk.

Total kunjungan kapal (shipcalls) di seluruh terminal IPCC hingga Juni 2026 mencapai 1.901 unit, tumbuh signifikan 18,37% dibandingkan 1.606 shipcalls pada semester I 2025. 

Manajemen IPCC menilai peningkatan tersebut mencerminkan efisiensi layanan operasional yang kian terdigitalisasi dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.

Komitmen IPCC terhadap tata kelola korporasi yang ketat tercermin dalam pertumbuhan yang merata di hampir seluruh segmen kargo. Volume CBU konsolidasi hingga Juni 2026 tercatat sebesar 446.406 unit, tumbuh 4,98% atau bertambah 21.178 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Segmen truk dan bus menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan volume bongkar muat mencapai 152.078 unit, melonjak 53,52% secara tahunan—bertambah 53.018 unit dibandingkan semester I 2025. Sementara itu, segmen alat berat juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,35%, dari 15.872 unit menjadi 16.562 unit.

Data GAIKINDO mencatat total wholesales nasional Januari-Juni 2026 untuk kargo CBU mencapai 398.662 unit, naik 14,34% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan itu, jumlah ekspor CBU yang dilayani IPCC meningkat 11,78% dengan total 191.199 unit, dan Vietnam menjadi negara tujuan ekspor terbanyak.

Namun di sisi lain, trafik kargo global atau impor justru menunjukkan tren penurunan, sejalan dengan perlambatan permintaan pasar kendaraan impor secara global. Kondisi ini turut memengaruhi kinerja Branch Jakarta, yang secara terpisah mencatatkan koreksi baik pada sisi operasional maupun keuangan.

Direktur Operasi dan Teknik merangkap Plt. Direktur Utama IPCC, Bagus Dwipoyono, mengakui bahwa dinamika geopolitik global dan perlambatan pasar menjadi tantangan nyata yang harus dikelola secara cermat.

"Kami menyadari bahwa dinamika trafik domestik dan global, termasuk tekanan yang dialami Branch Jakarta akibat kondisi geopolitik dan perlambatan pasar, adalah tantangan nyata yang harus kami kelola secara cermat," ujarnya.

Sumber: