Gubernur Sherly Turun Ke Jalan Rusak 100 Km Payahe-Saketa, Kaget Lihat Jalur 'Jalur Maut' Gunung Mangga
Gubernur Sherly Turun Ke Jalan Rusak 100 Km Payahe-Saketa, Kaget Lihat Jalur 'Jalur Maut' Gunung Mangga--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, turun langsung menginspeksi jalur krusial yang menghubungkan Kecamatan Oba dan Oba Selatan (Kota Tidore Kepulauan) dengan Kabupaten Halmahera Selatan pada Senin (27/7/2026).
Peninjauan lapangan sepanjang 100 kilometer ini menjadi bukti komitmen Pemprov Malut untuk mengurai isolasi ekonomi dan memperbaiki akses jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.
Didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar dan Inspektur Agus Riyanto, Gubernur melintasi rute ekstrem Payahe–Dahepodo hingga Saketa–Dahepodo usai memimpin apel gabungan ASN di Sofifi.
Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, dari total 100 kilometer bentangan jalan lintas wilayah tersebut, teridentifikasi sekitar 50 kilometer mengalami kerusakan berat.
Kerusakan terbagi di dua titik utama: 30 kilometer pada ruas Payahe–Dahepodo dan 20 kilometer di ruas Saketa–Dahepodo.
Gubernur Sherly memastikan Pemprov Maluku Utara telah mengunci skema penanganan bertahap hingga tahun 2027 melalui pengaspalan penetrasi (lapen).
"Kalau sesuai rencana, sampai 2027 kita tuntaskan sekitar 50 kilometer jalan rusak di ruas ini," tegas Sherly Tjoanda.
Skema Pembagian Target Perbaikan Jalan:
- Ruas Payahe–Dahepodo (30 Km): 10 kilometer ditargetkan tuntas dikerjakan pada TA 2026, sedangkan sisa 20 kilometer diselesaikan penuh pada 2027.
- Ruas Saketa–Dahepodo (20 Km): 8 kilometer ditangani pada tahun ini dan 12 kilometer sisanya dirampungkan tahun depan.
7 Jembatan Penghubung Masuk Skema Prioritas
Titik paling kritis yang menjadi sorotan utama Gubernur adalah kawasan lintasan Gunung Mangga.
Selain kondisi jalan berlubang dan rusak parah, elevasi tanjakan yang terlalu terjal sangat membahayakan keselamatan warga, terutama saat intensitas hujan tinggi. Pemprov memastikan akan melakukan rekayasa kelandaian (kepras tanjakan) agar lebih aman dilalui kendaraan logistik.
Selain perbaikan badan jalan, Pemprov Malut juga menggenjot pembangunan infrastruktur penghubung lewat penuntasan 7 jembatan strategis:
- 1 Jembatan Selesai (2025): Jembatan Kali Lamaito.
- 6 Jembatan Dikerjakan (2026): Termasuk Jembatan Ake Bastiong senilai Rp5,3 miliar (oleh CV Hendana Karyatama) dan Jembatan Yef senilai Rp3,9 miliar (oleh CV Pilar Nusantara Prima).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sherly juga membeberkan fakta mengenai temuan ruas jalan yang masih berupa lapisan pondasi agregat (LPA) dan terhenti tanpa pengaspalan.
Ruas tersebut merupakan sisa pekerjaan proyek lama yang bersumber dari skema pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Setelah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan memastikan seluruh proses audit administrasi selesai, Pemprov Malut kini memiliki ruang legal untuk melanjutkan serta menuntaskan sisa pekerjaan mangkrak tersebut demi kepentingan publik.
Sumber: