MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, dr. Haryadi Ahmad, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Maluku Utara masa bakti 2026–2030.
Keputusan krusial ini diketuk dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Malut yang berlangsung di Muara Hotel, Kota Ternate, Rabu 24 Juni 2026.
Mendapat mandat penuh dan dukungan bulat dari seluruh Pengurus Kabupaten (Pengkab) serta Pengurus Kota (Pengkot) se-Maluku Utara, Haryadi langsung tancap gas.
Langkah taktis pertamanya adalah melakukan konsolidasi internal, merapikan struktur kepengurusan, dan menyusun program pembinaan atlet yang terukur demi menjawab kritik tajam terkait mandeknya prestasi olahraga daerah di tingkat nasional.
Haryadi menegaskan, salah satu kunci utama memutus masa paceklik prestasi adalah dengan merombak kalender kompetisi lokal.
Ia berkomitmen menghadirkan iklim turnamen yang masif dan berjenjang agar kemampuan teknis atlet, kualitas wasit, hingga performa pelatih terus terasah.
“Kompetisi itu harus sering dilakukan agar supaya mengasah kemampuan. Jadi kalau kompetisi itu dilakukan, sesungguhnya tidak hanya atlet yang diasah kemampuannya, tapi hampir semua perangkat itu diasah. Baik wasit, pelatih, dan perangkat pertandingan semuanya,” tegas dr. Haryadi Ahmad .
Strategi Saring Atlet Potensial dan Pelantikan Pengurus
Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Utara ini memaparkan bahwa prestasi besar tidak akan pernah lahir dari sistem yang instan.
PBSI Malut di bawah komandonya akan menitikberatkan pada kompetisi usia dini yang terintegrasi dari level klub hingga provinsi.
Melalui sistem penyaringan bertahap dari turnamen lokal tersebut, PBSI Malut akan menjaring bibit unggul untuk masuk ke pemusatan latihan daerah (pelatda) jangka panjang.
Dalam waktu dekat, Haryadi bersama tim formatur tengah merampungkan susunan kabinet kerja sebelum melakukan prosesi pelantikan resmi kepengurusan periode 2026–2030.
“Saya butuh komunikasi dan kolaborasi kita bersama. Prestasi itu tidak kita raih dalam sehari dua hari. Kita butuh waktu yang panjang, kerja sama yang baik antara kami di provinsi, teman-teman di klub maupun di kabupaten/kota agar bisa mencapai prestasi yang kita inginkan. Tidak ada yang tidak mungkin selagi ada usaha,” tambah Haryadi optimis.
Terpilihnya sosok muda seperti dr. Haryadi Ahmad mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Sekretaris Daerah Malut, Samsuddin A. Kadir, menilai energi kepemimpinan muda yang dimiliki Haryadi menjadi modal berharga bagi kebangkitan bulu tangkis regional.
Pemprov berharap sinergi antara regulasi olahraga dan pendanaan ke depan bisa berjalan lebih harmonis.