MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Masyarakat Maluku Utara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra pada Kamis, 14 Mei 2026 hingga Jumat 15 Mei 2026.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate resmi mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem menyusul adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi akan disertai kilat/petir serta angin kencang secara mendadak.
Kondisi ini tidak hanya mengancam aktivitas di daratan, tetapi juga berdampak pada keselamatan pelayaran akibat potensi peningkatan tinggi gelombang secara fluktuatif di perairan Maluku Utara.
Berdasarkan pantauan radar cuaca terbaru, akumulasi awan hujan terpantau menebal di beberapa titik krusial. BMKG meminta warga yang berdomisili di wilayah berikut untuk tetap siaga:
- Halmahera Barat: Loloda, Ibu, Jailolo, dan Sidangoli.
- Kepulauan: Ternate, Tidore, Batang Dua, dan sekitarnya.
- Halmahera Selatan: Obi, Bacan, Gane, Widi, dan Kasiruta.
- Sula & Taliabu: Falabisahaya, Pulau Taliabu, dan sekitarnya.
- Halmahera Timur & Tengah: Wasile, Maba, Patani, hingga Pulau Gebe.
Ancaman Gelombang Tinggi & Cuaca Buruk di Laut
Meski secara umum prakiraan tinggi gelombang berada pada rentang 0.25 meter hingga 1.25 meter, BMKG menekankan adanya risiko Peningkatan Tinggi Gelombang secara tiba-tiba.
Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan angin kencang (squall line) di wilayah perairan.
Para nelayan dan operator jasa transportasi laut diminta untuk terus memantau update cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Terutama untuk rute penyeberangan antar-pulau di Maluku Utara yang rentan terhadap perubahan cuaca mendadak.
Memasuki waktu dini hari, kondisi atmosfer di Maluku Utara diperkirakan masih labil. Cuaca umumnya akan didominasi oleh kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal namun persisten.
Daerah seperti Wasile, Maba, Patani, Gebe, Gane, Widi, Bacan, Obi, dan Taliabu diprediksi akan terus diguyur hujan hingga menjelang pagi hari.
Kelembapan udara yang tinggi mencapai 100% menambah potensi terbentuknya kabut di wilayah perbukitan.