MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Merespons jeritan warga terkait harga minyak goreng subsidi MinyaKita yang menyentuh angka Rp25.000 per liter di Pulau Halmahera, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda resmi mengambil langkah taktis.
Gubernur menegaskan disparitas harga yang tajam, terutama di wilayah Desa Payahe dan sekitarnya, dipicu oleh beban biaya distribusi yang belum merata dari pusat pasokan di Ternate.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara kini mulai mengucurkan subsidi logistik.
Langkah ini diambil agar stok MinyaKita yang didatangkan dari Bulog Ternate dapat sampai ke tangan konsumen di pelosok Halmahera tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru yaitu Rp15.700 per liter.
Tanpa subsidi angkut, harga di tingkat pengecer dipastikan sulit terkendali akibat tingginya ongkos kirim antarpulau.
"MinyaKita di Ternate harganya Rp15.700, tapi kalau ditambah ongkir sampai ke pelosok, tidak mungkin tetap di harga itu kecuali kita subsidi logistiknya. Sekarang Pemprov sudah turun tangan mensubsidi agar harga kembali normal," ujar Gubernur Sherly.
Rantai Distribusi & Ketergantungan pada Bulog Ternate
Dalam keterangannya di Bela Hotel Ternate, Jumat (8/5/2026), Gubernur Sherly menjelaskan bahwa harga resmi Rp15.700 saat ini hanya bisa dijamin jika barang keluar langsung dari pintu Bulog Ternate.
Masalah muncul ketika pedagang mengambil stok dari jalur non-Bulog atau harus menanggung beban angkutan mandiri menuju wilayah daratan Halmahera.
Kondisi geografis Maluku Utara yang merupakan wilayah kepulauan memang menjadi tantangan besar dalam stabilisasi harga pangan.
Stok yang terpusat di satu titik (Ternate) menyebabkan efek domino kenaikan harga di wilayah tujuan karena adanya biaya bongkar muat dan transportasi darat yang cukup mahal di Halmahera.
Langkah Strategis Tekan Inflasi Minyak Goreng
Sebagai bagian dari program "Maluku Utara Bangkit Jaga Inflasi", pemerintah daerah tidak hanya memberikan subsidi logistic.
Tetapi juga memperketat pengawasan di pasar-pasar tradisional. Berikut adalah poin utama strategi pemprov:
- Subsidi Logistik: Membiayai pengiriman stok dari Ternate ke gudang-gudang di Halmahera.
- Optimalisasi Bulog: Mendorong penyaluran MinyaKita lebih masif hingga ke pasar desa melalui skema Kios Sigap Pangan.
- Operasi Pasar Murah: Menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala di titik-titik yang mengalami lonjakan harga ekstrem.
Update Harga dan Stok Jelang Iduladha 2026
Memasuki bulan Mei 2026, stabilitas harga minyak goreng menjadi krusial mengingat permintaan yang diprediksi naik menjelang hari raya Iduladha.
Gubernur Sherly memastikan bahwa stok yang tersedia di Bulog saat ini mencukupi, asalkan alur distribusinya tidak terhambat oleh spekulan atau kendala teknis di pelabuhan.
Masyarakat diimbau untuk melapor jika masih menemukan pedagang yang menjual di atas batas kewajaran meskipun subsidi logistik telah dijalankan.