MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Penguatan sistem kelistrikan di wilayah timur Indonesia terus dilakukan oleh PLN Nusantara Power.
Salah satu langkah terbaru adalah keberhasilan proyek PLTU Sofifi Unit 2 yang mulai tersambung dengan jaringan listrik milik PT PLN (Persero) di wilayah Sofifi.
Pembangkit listrik dengan kapasitas 2 x 3 megawatt ini telah mencapai tahap sinkronisasi pertama (first synchronize) pada Februari 2026, sebuah fase penting sebelum pembangkit dapat beroperasi penuh.
Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem energi di kawasan timur Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku Utara.
Sebelum berhasil tersambung dengan jaringan listrik utama, proyek PLTU Sofifi Unit 2 harus melalui berbagai tahapan pengujian teknis.
Pengujian tersebut meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem mekanikal, kelistrikan, hingga perangkat kontrol.
Semua proses dilakukan sesuai standar teknis yang ditetapkan oleh Pusat Sertifikasi PLN, yang memastikan pembangkit layak untuk diintegrasikan dengan jaringan listrik nasional.
Tahap ini menjadi salah satu proses penting dalam memastikan pembangkit dapat beroperasi dengan aman dan stabil.
BACA JUGA:Siaga 1 Lebaran 1447 H: Gubernur Sherly Tjoanda Kumpulkan Jenderal di Sofifi, Ada Apa?
Memperkuat Kelistrikan Maluku Utara
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyebut keberhasilan sinkronisasi ini sebagai pencapaian penting bagi sistem energi di wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, pembangunan pembangkit baru sangat diperlukan untuk meningkatkan stabilitas listrik bagi masyarakat.
“Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di Maluku Utara. Kami berkomitmen menghadirkan pembangkit yang andal agar masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil,” ujarnya.
Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan pemerataan infrastruktur energi di seluruh wilayah Indonesia.
Pencapaian ini melengkapi keberhasilan sebelumnya pada Unit 1 dari PLTU Sofifi.
Unit pertama pembangkit tersebut telah resmi diserahterimakan kepada PT PLN (Persero) pada November 2025.