Kemenag Malut Serukan Reformasi Moral di Peringatan Maulid 1448 H
Kemenag Malut Serukan Reformasi Moral di Peringatan Maulid 1448 H--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia di era modern telah bergeser dari fisik menuju benteng moral dan etika.
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan momentum 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (25 Agustus 2026), masyarakat diimbau untuk tidak sekadar terjebak pada ritual seremonial, melainkan menginternalisasi kemerdekaan akhlak dalam kehidupan berbangsa.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Maluku Utara, H. Amar Manaf, menekankan bahwa penyempurnaan budi pekerti dan pembentukan peradaban berbasis kasih sayang merupakan inti utama dari risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Kakanwil Kemenag Malut menegaskan adanya korelasi kuat antara spirit kemerdekaan bangsa dan nilai perayaan Maulid Nabi.
Jika para pejuang masa lalu mengangkat senjata melawan penjajahan fisik, maka tantangan utama masyarakat hari ini adalah melepaskan diri dari ketertinggalan moral.
"Jika dahulu pahlawan merebut kemerdekaan secara fisik dari tangan penjajah, maka kewajiban kita saat ini adalah mengisi kemerdekaan tersebut. Kita tidak boleh berhenti hanya pada merdeka secara fisik, tetapi wajib mewujudkan kemerdekaan secara akhlak," tegas H. Amar Manaf.
Ia menjelaskan, ikhtiar pembangunan akhlak ini diintegrasikan secara langsung ke dalam agenda strategis Kementerian Agama.
Program penguatan nilai keagamaan, pendidikan karakter, serta moderasi beragama diposisikan sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan toleran di Maluku Utara.
Bahaya Hoaks, Intoleransi, dan Perundungan Digital
Menanggapi dinamika era digital 2026, Kemenag Maluku Utara menyoroti pergeseran bentuk ancaman sosial.
Penjajahan gaya baru kini hadir melalui derasnya arus informasi yang tidak tersaring di platform media sosial.
Menurut Amar Manaf, maraknya penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian, cyberbullying, hingga sikap intoleran dapat merusak fondasi mental generasi muda jika tidak diimbangi dengan keteladanan agama.
"Tantangan zaman sekarang tidak lagi berupa agresi fisik. Perkembangan teknologi memunculkan ancaman nyata berupa perundungan, hoaks, dan intoleransi digital. Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW harus kita hidupkan kembali—dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, lalu ditularkan ke tengah masyarakat," tambahnya.
Untuk memastikan pesan keagamaan memberikan dampak langsung pada kualitas pelayanan publik, Kanwil Kemenag Maluku Utara menetapkan empat area prioritas implementasi:
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Menjadikan integritas dan kasih sayang khas Rasulullah sebagai standar utama dalam melayani masyarakat.
- Penguatan Moderasi Beragama: Membangun sikap saling menghormati dan toleransi aktif di tengah keberagaman suku serta agama di Maluku Utara.
- Literasi Etika Digital: Mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk bijak memanfaatkan teknologi demi menyebarkan konten positif.
- Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga: Menjadikan unit keluarga sebagai benteng terdepan dalam menanamkan kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial.
Sumber: