Pengangguran di Malut Turun 4,40%, Lulusan SMK Anjlok 15,08%

Pengangguran di Malut Turun 4,40%, Lulusan SMK Anjlok 15,08%

Pengangguran di Malut Turun 4,40%, Lulusan SMK Anjlok 15,08%--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku Utara menunjukkan tren positif dengan membaik ke angka 4,40 persen pada Mei 2026.

Namun, di balik penurunan tersebut, tersimpan kontradiksi besar pada sektor pendidikan vokasi: lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Maluku Utara yang menyentuh angka fantastis 15,08 persen.

Berdasarkan publikasi Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, terjadi jurang pemisah (gap) yang cukup lebar antara kualifikasi lulusan sekolah kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja maupun industri lokal.

Plt. Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengungkapkan bahwa tingginya TPT lulusan SMK merupakan pola berulang yang terpotret secara konsisten sejak akhir tahun sebelumnya.

  • Pengangguran SMK: TPT tertinggi berada pada lulusan SMK (15,08%).
  • Dominasi Pengangguran: Secara kuantitas/distribusi, kelompok lulusan SMA menyumbang porsi terbesar pengangguran, yakni 41,38 persen.
  • Pengangguran Terendah: TPT terendah justru dicetak oleh lulusan SMP (2,47%) dan kelompok Diploma I/II/III yang hanya menyumbang 1,84 persen.

"Lulusan SMK mencatat TPT tertinggi pada Mei 2026, yakni mencapai 15,08 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan lulusan pada jenjang pendidikan lainnya. Pola TPT berdasarkan tingkat pendidikan tersebut relatif sama selama periode November 2025 hingga Mei 2026," beber Harim Arrosid.

Pengangguran Perempuan & Kota Melonjak

Data BPS juga memotret ketimpangan penyerapan tenaga kerja berdasarkan gender serta wilayah tempat tinggal di Maluku Utara.

TPT laki-laki pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,05 persen (turun 0,28% poin dibanding Februari 2026). Sebaliknya, TPT perempuan justru membengkak menjadi 4,97 persen (naik 0,32% poin).

Sementara itu, wilayah perkotaan mencatatkan angka pengangguran lebih tinggi mencapai 5,93 persen (naik 0,23% poin), sedangkan TPT area perdesaan jauh lebih rendah di angka 3,58 persen (turun 0,23% poin).

"Kondisi ini menunjukkan masih adanya perbedaan penyerapan tenaga kerja antara laki-laki dan perempuan di Maluku Utara," papar Harim.

Sumber: