UMKM Malut Tembus Pasar Nasional di KKI 2026 Jakarta

UMKM Malut Tembus Pasar Nasional di KKI 2026 Jakarta

UMKM Malut Tembus Pasar Nasional di KKI 2026 Jakarta--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Sektor UMKM Maluku Utara unjuk gigi di panggung bisnis nasional. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara memfasilitasi pelaku UMKM lokal binaan untuk menembus pasar skala besar dalam ajang pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 20–23 Agustus 2026.

Dua UMKM wastra tenun khas daerah, Putadino Kayangan dan Rapidino, lolos seleksi ketat untuk melakukan showcasing sekaligus penjualan langsung (offline) di Hall A dan B JICC Jakarta.

Selain produk kain tradisional, produk kuliner olahan lokal Cokelat Sulamina turut memikat para pembeli di area food & beverage, sementara 11 UMKM binaan KPwBI Malut lainnya memasarkan produk unggulan melalui kanal pameran online.

Partisipasi di kancah nasional ini menjadi batu loncatan penting mengingat besarnya kontribusi UMKM terhadap peta perekonomian Bumi Moloku Kie Raha.

Data terbaru mencatat hampir 194 ribu unit UMKM tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Maluku Utara, dengan kemampuan menyerap lebih dari 41 persen total tenaga kerja daerah.

Secara nasional, peranan UMKM jauh lebih masif dengan populasi mencapai 64 juta unit usaha yang mampu menyerap 97 persen tenaga kerja serta menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menghadirkan lebih dari 550 UMKM offline dan 1.300 UMKM online—meningkat pesat dibanding KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM offline.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa akselerasi UMKM pasca-tantangan ekonomi harus berpatokan pada tiga pilar utama.

"Penguatan UMKM ke depan harus berorientasi pada tiga hal utama: bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Semangat bangkit diperlukan untuk mendorong pemulihan dari tekanan ekonomi. Ketangguhan dibangun melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan daya saing diperkuat lewat inovasi produk serta perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," jelas Destry Damayanti.

 

Sumber: