KORMI Maluku Utara Matangkan FORPROV 2026 dan Gerakan Indonesia Aktif
KORMI Maluku Utara Matangkan FORPROV 2026 dan Gerakan Indonesia Aktif--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk membumikan budaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat.
Kendati dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran daerah, KORMI Malut tetap tancap gas mematangkan serangkaian agenda strategis skala provinsi hingga nasional.
Kepastian tersebut disepakati dalam rapat kerja bersama jajaran Induk Organisasi Olahraga (Inorga) naungan KORMI Malut yang berlangsung di Rumah Makan Holland Fried Chicken (HFC), Tanah Tinggi, Kota Ternate, Minggu (9/8/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum KORMI Maluku Utara, Ir. Saifuddin Djuba, M.Si., dengan dihadiri jajaran pimpinan KORMI Malut seperti Wakil Ketua Ahmad Kamis dan Moelyadi Wowor.
Turut hadir Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Senen, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Maluku Utara.
Target Gerakan Indonesia Aktif September 2026 & FORPROV 2026
Rapat konsolidasi ini menetapkan beberapa poin krusial yang siap dieksekusi dalam waktu dekat:
- Gerakan Indonesia Aktif: Diproyeksikan resmi dicanangkan pada September 2026 sebagai pemicu gerakan olahraga massal harian.
- FORPROV KORMI 2026: Penyelenggaraan Festival Olahraga Provinsi akan melibatkan partisipasi aktif perwakilan Inorga, baik dalam struktur kepanitiaan maupun teknis perhelatan.
- Program Minggu Bugar: Menjadi sarana rutin mengajak masyarakat lintas usia berolahraga dengan kemasan yang menyenangkan.
- Persiapan FORNAS: KORMI Malut terus bersiap sembari menanti rilis resmi KORMI Pusat terkait penetapan lokasi baru Festival Olahraga Rekreasi Nasional pasca-perubahan rencana dari Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ketua Umum KORMI Malut, Saifuddin Djuba, menegaskan bahwa pengetatan anggaran dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara justru memicu kreativitas organisasi untuk mengeksekusi program secara lebih efisien tanpa mengurangi esensi kegiatan.
“Meski anggaran KORMI kita sangat terbatas karena adanya efisiensi oleh Pemerintah Provinsi, bukan berarti agenda dan kegiatan tidak bisa dilaksanakan. Keterbatasan justru menjadi semangat kita untuk menyukseskan kegiatan KORMI yang sudah terprogram jauh sebelumnya,” tegas Saifuddin Djuba.
Olahraga Tradisional dan Berbasis Tradisi Dapat Panggung Utama
Berbeda dengan olahraga prestasi yang berfokus pada medali dan kompetisi ketat, KORMI berfokus pada pilar rekreasi, kebugaran, dan pelestarian olahraga tradisional berbasis kearifan lokal.
Hal ini memikat perhatian Ketua Umum PORDI Maluku Utara, Muhammad Senen. Ia menyatakan kesiapan PORDI untuk berkolaborasi secara erat bersama KORMI dalam memperluas jangkauan olahraga rekreasi di seluruh wilayah Maluku Utara.
“KORMI ini luar biasa. Kegiatan tradisional berbasis kearifan lokal ada di sini. Saya sangat tertarik dan berharap KORMI Malut bisa memberi ruang bagi PORDI untuk memajukan sekaligus mendukung KORMI di Maluku Utara,” ungkap Muhammad Senen.
Sumber: