SPN Polda Malut Terapkan Kurikulum OBE Berbasis Praktik Lapangan

SPN Polda Malut Terapkan Kurikulum OBE Berbasis Praktik Lapangan

SPN Polda Malut Terapkan Kurikulum OBE Berbasis Praktik Lapangan--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara secara resmi mengadopsi sistem kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada tahun ajaran 2026. 

Skema pembelajaran modern ini memindahkan fokus pendidikan dari yang semula berbasis penyampaian teori menjadi metode berorientasi penuh pada kompetensi, keahlian teknis, dan kesiapan praktis Bintara muda di lapangan.

Penerapan kurikulum anyar tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala SPN Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Anjas Gautama Putra, saat dikonfirmasi di Mako Polda Maluku Utara, Sofifi, pada Rabu (5/8/2026).

Kombes Anjas menegaskan bahwa perombakan kurikulum ini merupakan kebijakan serentak yang diterapkan di seluruh SPN Polda se-Indonesia guna mencetak personel kepolisian yang responsif, adaptif, serta mahir dalam pelayanan publik.

“Sistem OBE ini bukan lagi sekadar penyampaian materi hafalan di dalam kelas, melainkan mengukur tingkat kemahiran dan kesiapan nyata Bintara Polri saat bertugas melayani masyarakat di lapangan,” tegas Kombes Pol. Anjas Gautama Putra.

Siswa Didorong Diskusi Aktif dan Simulasi Lapangan

Perbedaan paling mencolok antara kurikulum OBE dengan sistem pendidikan terdahulu terletak pada tingkat partisipasi peserta didik. 

Jika sebelumnya siswa cenderung pasif menerima ceramah instruktur, kini sistem OBE menuntut siswa untuk aktif mengambil peran.

Pola Pembelajaran Baru di SPN Polda Malut:

  • Dominasi Diskusi Kelompok: Pembahasan kasus (case study) berbasis realitas dinamika Kamtibmas.
  • Pelatihan Fisik & Taktis Lapangan: Latihan porsi besar untuk menguji ketangkasan dan penguasaan prosedur operasional standar (SOP).
  • Peran Tenaga Pengajar: Instruktur dan gadik (tenaga pendidik) bertindak sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengarah alur praktikum.

“Sekarang siswa jauh lebih banyak terlibat dalam diskusi interaktif dan pelatihan simulasi langsung di lapangan. Tenaga pengajar kami posisikan untuk membimbing serta mengarahkan agar mentalitas problem solver siswa terbentuk sejak dini,” tambah Ka SPN.

Fokus Cetak Output Bintara Mahir SPKT

Salah satu target hasil (output) utama dari Kurikulum OBE di SPN Polda Malut adalah membentuk Bintara Remaja yang langsung menguasai fungsi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Dengan penguasaan fungsi SPKT sejak masa pendidikan, para lulusan Bintara tidak perlu lagi menjalani masa penyesuaian yang lama ketika nantinya ditempatkan di Polres maupun Polsek jajaran. 

Mereka siap menjadi garda terdepan dalam merespons laporan warga, mengolah informasi awal, serta memberikan solusi hukum yang tepat.

Kombes Anjas berharap output dari transformasi kurikulum ini melahirkan sosok polisi masa depan yang tidak hanya memiliki ketegasan hukum, tetapi juga empati tinggi kepada warga.

“Harapan besar saya, para siswa yang lulus dari SPN Polda Maluku Utara dapat menjadi sosok polisi yang profesional, dekat dan dicintai oleh rakyat, serta hadir sebagai pemecah masalah (solution finder) atas segala dinamika yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.

 

Sumber: