Balai Bahasa Maluku Utara Gembleng Pengajar BIPA Berstandar SKKNI
Balai Bahasa Maluku Utara Gembleng Pengajar BIPA Berstandar SKKNI--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bergerak cepat meningkatkan daya saing Bahasa Indonesia di kancah global.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi para pengajar dan pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Aula KPKNL Ternate pada Kamis, 23 Juli 2026.
Pelatihan strategis ini difokuskan untuk menggembleng kompetensi diplomasi bahasa, kemampuan pedagogi, serta profesionalisme para pendidik BIPA di wilayah Indonesia Timur.
Langkah ini menjadi krusial guna merespons lonjakan mobilitas mahasiswa internasional serta memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi yang makin diminati penutur asing dunia.
"Pengajar BIPA tidak hanya dituntut menguasai aspek kebahasaan, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogi, profesional, sosial, dan kepribadian sesuai standar nasional. Melalui kolaborasi dengan APPBIPA, pengajar dibekali strategi mengantisipasi tantangan pengajaran di era transformasi teknologi," Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, — Nukman pada (23/7/2026).
Sulap Ternate Jadi Laboratorium Bahasa Autentik
Dalam gelaran bimtek tersebut, Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Dr. Faujia Umasugi, memaparkan terobosan metode pengajaran berbasis riset disertasinya.
Ia menegaskan bahwa pengajaran BIPA abad ke-21 tidak boleh terjebak pada hafalan rumus tata bahasa kaku, melainkan harus menerapkan model pembelajaran imersif-adaptif (immersive learning) yang menyatu dengan nilai budaya lokal.
Melalui pendekatan interaktif ini, pembelajar BIPA dari luar negeri diajak keluar dari ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan warga lokal Ternate.
Situs bersejarah dan destinasi wisata budaya Kota Ternate difungsikan langsung sebagai laboratorium alam agar proses adaptasi kultural dan penguasaan bahasa mahasiswa asing berlangsung lebih natural.
Sebagai implementasi konkret dari model pembelajaran BIPA modern, para peserta bimtek dibekali keterampilan merancang media ajar digital interaktif.
Pengajar diajarkan mengintegrasikan Learning Management System (LMS), platform aplikasi pembelajaran modern, serta penyusunan buku ajar kontekstual yang diresapi dengan kearifan lokal Maluku Utara.
Sentuhan teknologi digital yang berpadu dengan kebudayaan khas daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang menarik, responsif, dan relevan dengan karakteristik pembelajar internasional modern.
Sumber: