61 Siswa Terbaik Halmahera Tengah Ditempa Diklat Paskibraka 2026
61 Siswa Terbaik Halmahera Tengah Ditempa Diklat Paskibraka 2026--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Gelombang persaingan ketat dalam perburuan posisi Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Tahun 2026 resmi berakhir.
Sebanyak 61 pelajar berprestasi berhasil dinyatakan lolos seleksi akhir untuk mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 RI.
Para siswa terpilih ini merupakan perwakilan terbaik yang menyisihkan ratusan pesaing dari 20 SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) negeri maupun swasta di seluruh wilayah Halteng.
Rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) karantina intensif dijadwalkan berlangsung selama 36 hari penuh, terhitung sejak 16 Juli hingga 20 Agustus 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, para peserta akan digembleng fisik, ketahanan mental, tata upacara baris-berbaris (PBB), serta pembentukan karakter kebangsaan di dalam kelas.
"Menjadi calon anggota Paskibraka bukanlah hal yang mudah karena melalui proses seleksi panjang. Keberhasilan ini merupakan prestasi yang harus disyukuri dan dipertanggungjawabkan selama mengikuti pelatihan," Kepala Kesbangpol Halmahera Tengah, Taher B.M. Dji Husin.
Kirim 1 Utusan Khusus ke Tingkat Provinsi Malut
Berdasarkan rincian data resmi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Tengah, komposisi 61 anggota Paskibraka tahun ini terdiri dari 32 putra dan 29 putri.
Dari total keseluruhan peserta, sebanyak 60 orang difokuskan mengikuti Diklat untuk formasi tingkat kabupaten.
Sementara 1 pelajar terbaik dipastikan melenggang sebagai utusan wakil Halmahera Tengah untuk Paskibraka tingkat Provinsi Maluku Utara.
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Halmahera Tengah tampil luar biasa dan mencatatkan rekor kelulusan terbanyak tahun ini.
Sekolah favorit tersebut sukses menyumbangkan 18 pelajarnya untuk masuk dalam jajaran pasukan pengibar bendera kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menekankan bahwa program pemusatan latihan Paskibraka bukan sekadar rutinitas gladi fisik upacara bendera belaka.
Lebih dari itu, kawah candradimuka ini dirancang untuk membentuk profil pemimpin masa depan daerah yang adaptif dan tangguh.
Sumber: