Maluku Utara Ciptakan Camilan Sekolah Super Cerdas Berbasis Ikan Teri dan Kembung

Maluku Utara Ciptakan Camilan Sekolah Super Cerdas Berbasis Ikan Teri dan Kembung

Maluku Utara Ciptakan Camilan Sekolah Super Cerdas Berbasis Ikan Teri dan Kembung--

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan terobosan pangan baru dengan memproduksi jajanan sekolah berbasis komoditas perikanan lokal yang kaya nutrisi. 

Langkah berani ini diambil sebagai strategi konkret untuk mendongkrak status gizi anak-anak usia dini, sekaligus menjadi senjata utama daerah dalam memperkuat daya saing pada ajang penilaian Indeks Inovasi Government Nasional 2026 yang dijadwalkan bergulir akhir Agustus mendatang.

Guna memastikan proyek ini berjalan mulus, Plt. Kepala DKP Maluku Utara, Kadri Laetje, memimpin langsung pendampingan teknis intensif selama tiga hari penuh (16–18 Juli 2026). 

Pendampingan operasional ini menyasar para aparatur sipil negara (ASN) di tiga lini strategis, yaitu UPTD Balai Pengembangan dan Pengawasan Olahan Kelautan (BP2OK), UPTD Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP), serta Bidang Penguatan Daya Saing (PDS) DKP Maluku Utara.

“Kami ingin membangkitkan produk olahan ikan sebagai pengganti jajanan sekolah yang kurang sehat. Produk ini kaya kalsium dan omega-3 sehingga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih sehat, cerdas, kuat, dan memiliki pertumbuhan yang optimal.” — Kadri Laetje, Plt. Kepala DKP Maluku Utara (18/7/2026).

Paduan Tepung Teri Tinggi Kalsium 

Inti dari inovasi pangan ini terletak pada teknik diversifikasi mutakhir yang mengawinkan keunggulan biologis dua jenis ikan asli perairan Malut.

Ikan teri dipilih karena memiliki konsentrasi kalsium organik yang melimpah demi pertumbuhan tulang anak. 

Sementara ikan kembung diekstraksi karena menyimpan kandungan asam lemak esensial omega-3 yang sangat tinggi untuk menstimulasi kecerdasan otak.

Proses produksi di laboratorium pengolahan dilakukan secara higienis dan terukur melalui alur teknologi pangan modern:

1. Pengolahan Teri: Ikan teri segar disterilisasi menggunakan mesin autoklaf bertekanan tinggi pada suhu 121 derajat Celsius.

2. Pengeringan & Penggilingan: Teri kemudian dikeringkan di dalam oven khusus bersuhu 55 derajat Celsius selama 24 jam penuh sebelum digiling halus menjadi serbuk tepung tinggi kalsium.

3. Ekstraksi Surimi: Ikan kembung segar diolah menjadi daging ikan lumat (surimi), dibekukan, lalu dimixer bersama tepung teri dan racikan bumbu rempah lokal.

4. Sterilisasi Retort: Adonan akhir dicetak dan diproses menggunakan metode retort (pemanasan dengan tekanan tinggi) selama 30 menit melalui dua fase pengolahan hingga menjelma menjadi produk pangan siap saji (ready-to-eat).

Targetkan Distribusi Massal ke Sekolah Rakyat

DKP Maluku Utara tidak main-main soal aspek keamanan pangan. Seluruh sampel produk jajanan ikan yang telah matang wajib melewati serangkaian pengujian ketat di laboratorium UPTD resmi. 

Sumber: