2 Nelayan Sulut yang Hanyut di Morotai Berhasil Dievakuasi Selamat
2 Nelayan Sulut yang Hanyut di Morotai Berhasil Dievakuasi Selamat--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Dua nelayan asal Sulawesi Utara yang sempat terombang-ambing pasrah di atas rumpon di perairan Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, akhirnya berhasil diselamatkan.
Operasi penyelamatan berlangsung dramatis dan melibatkan kerja sama internasional setelah kapal kargo asing berbendera Singapura, MV Stenia Colossus, berhasil mengevakuasi korban dari amukan ombak sebelum dijemput oleh Tim SAR Gabungan.
Kedua korban selamat diidentifikasi sebagai Yanto Bawole (50 tahun) dan Meytro Abas (26 tahun).
Keduanya langsung dilarikan ke Pelabuhan Daruba, Morotai, pada Jumat (10/7/2026) malam untuk mendapatkan penanganan medis intensif setelah berhari-hari bertahan hidup di lautan lepas.
Proses serah terima (intercept) kedua nelayan dari kapal MV Stenia Colossus ke kapal penyelamat Basarnas sempat berjalan menegangkan.
Faktor cuaca buruk dengan embusan Angin Beaufort skala 6 dari arah Barat Daya serta gelombang tinggi mencapai 3 meter memaksa Tim SAR memutar otak dan mengubah strategi di lapangan.
Setelah koordinasi yang alot, titik evakuasi yang semula dijadwalkan di perairan selatan Pulau Morotai digeser ke wilayah yang lebih aman, yakni di sekitar perairan Pulau Rao.
Pada pukul 19.32 WIT, Tim Rescue USS Morotai bersama Pos SAR Tobelo yang menggunakan RIB 03 Tobelo akhirnya sukses memindahkan kedua korban dari kapal kargo raksasa tersebut.
"Dengan telah dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih," ujar Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga Ferdinando Jofandri.
Kronologi Panggilan Darurat Mayday ke Kapal Bahama
Petaka yang menimpa Yanto dan Meytro bermula pada 7 Juli 2026. Rombongan nelayan ini hanyut terbawa arus kuat hingga ke laut lepas.
Mereka kemudian memancarkan sinyal darurat melalui radio yang pertama kali ditangkap oleh kapal LNG JUROJIN berbendera Bahama.
Meski kapal LNG JUROJIN sempat berputar-putar memantau posisi korban, cuaca ekstrem yang sangat buruk membuat kapal tersebut tidak bisa melakukan eksekusi penyelamatan secara langsung. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Basarnas Ternate.
Titik terang muncul pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 06.43 WIT, ketika Kansar Ternate menerima surat elektronik dari Kapal Kargo MV Stenia Colossus yang mengabarkan bahwa kedua nelayan telah aman berada di atas dek mereka, hingga akhirnya Tim SAR bergerak melakukan penjemputan.
Data resmi dua nelayan asal Sulawesi Utara yang berhasil diselamatkan:
Sumber: