Nilai Ekspor Maluku Utara Melesat Nyaris US$7 Miliar
Nilai Ekspor Maluku Utara Melesat Nyaris US$7 Miliar--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Sektor perdagangan internasional Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan taji di panggung global sepanjang tahun anggaran 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis data terbaru yang menunjukkan nilai ekspor kumulatif daerah pada periode Januari hingga Mei 2026 sukses menyentuh angka fantastis US$6,88 miliar.
Raport hijau ini mencerminkan lonjakan tajam sebesar 17,3 persen jika disandingkan dengan performa pada lini linimasa yang sama di tahun sebelumnya.
Akselerasi perdagangan luar negeri yang sangat masif ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap hilirisasi sektor pertambangan dan industri pengolahan logam bumi Moloku Kie Raha.
Khusus pada bulan Mei 2026 saja, pundi-pundi ekspor yang berhasil dibukukan mencapai US$1,65 miliar, atau menguat sebesar 10,7 persen dari basis data Mei 2025.
Trio Komoditas Kuasai 95 Persen Total Penjualan Dunia
Jika dibedah berdasarkan klaster komoditas barang, sektor industri besi dan baja masih kokoh berdiri sebagai tulang punggung utama ekonomi ekspor Malut dengan sumbangsih nilai perdagangan mencapai US$3,62miliar.
Menyusul diperingkat kedua adalah produk olahan nikel yang mencatatkan nilai penjualan global sebesar US2,52 miliar.
Tempat ketiga dihuni oleh bahan kimia anorganik yang menyetor angka perdagangan senilai US$388 juta.
Gabungan dari ketiga komoditas premium ini secara mutlak mendominasi hampir 95 persen dari total keseluruhan portofolio ekspor Maluku Utara selama lima bulan pertama tahun ini.
"Secara kumulatif, nilai ekspor Maluku Utara selama Januari sampai Mei 2026 mengalami pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri daerah masih berada pada jalur yang positif. Kenaikan ini mencerminkan masih kuatnya permintaan pasar internasional terhadap komoditas unggulan kita," jelas Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, Rabu, 8 Juli 2026.
Tiongkok Mendominasi Pasar Ekspor
Melihat dari peta pergerakan arus pertumbuhan, komoditas nikel sejatinya menjadi sektor yang menyumbangkan tambahan nilai nominal terbesar, yakni meroket sebesar US$744 juta dibanding periode tahun lalu.
Namun, dari segi persentase kecepatan laju pertumbuhan, sektor bahan kimia anorganik justru menorehkan performa paling mengejutkan dengan lompatan pertumbuhan hingga mencapai 70,6 persen.
Terkait negara mitra dagang, Tiongkok terbukti masih menjadi pasar tunggal yang mendominasi arah ekspor Maluku Utara secara absolut.
Sepanjang semester pertama berjalan ini, nilai transaksi pengiriman barang ke Negeri Tirai Bambu tersebut menembus angka US$6,39 miliar, memakan hampir seluruh porsi kuota ekspor daerah.
Sumber: