BI Pasok Bantuan Besar-Besaran untuk 48 Ribu UMKM Halmahera Selatan
BI Pasok Bantuan Besar-Besaran untuk 48 Ribu UMKM Halmahera Selatan--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Prestasi luar biasa ditorehkan oleh Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 yang dipusatkan di Lapangan UMKM Milenial, Labuha (9–16 Juni 2026), diungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bumi Saruma sukses meroket hingga 37,33% pada tahun 2025.
Angka fantastis ini tidak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Maluku Utara, tetapi juga mencetak rekor di atas rata-rata nasional.
Menangkap potensi raksasa tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara langsung bersinergi total dengan Pemkab Halsel untuk memperkuat sektor riil.
Langkah ini krusial mengingat Halmahera Selatan merupakan penyumbang UMKM terbesar di Maluku Utara dengan ketahanan lebih dari 48 ribu pelaku usaha—menyerap hampir seperempat dari total unit usaha di seluruh provinsi.
Meskipun kuantitas pelaku usaha di Halsel sangat masif, mayoritas masih bergerak di skala mikro.
Menghadapi tantangan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan perlunya intervensi modernisasi alat produksi dan perluasan akses pasar agar pelaku usaha lokal bisa segera "naik kelas".
Sebagai bukti nyata, BI dan Pemkab Halsel mengucurkan rantai bantuan infrastruktur produktif ke berbagai sektor strategis:
- Sektor Maritim: Fasilitas sistem kelistrikan terintegrasi dan cold storage untuk Kelompok Nelayan Ginoti di Desa Pigaraja, serta bantuan sarana bagi Koperasi Serba Usaha Putri Bajo.
- Sektor Pertanian: Pengadaan teknologi pengering in-store dryer untuk Gapoktan Bersatu Untuk Maju di Kecamatan Gane Timur, serta sistem penyiraman sprinkler dan pasokan pupuk untuk Kelompok Tani Bawang Merah Bacan di Desa Wayamiga.
"UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak aktivitas ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja. Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong UMKM naik kelas," ujar Handi Susila.
Pada tahun 2026 ini, BI melalui program SeRangkaian Kurasi Wirausaha dan UMKM Unggulan Bank Indonesia (SERUMBI) bahkan berhasil meloloskan empat merek lokal Halsel untuk masuk ke tahap bootcamp intensif.
Keempat UMKM kebanggaan daerah tersebut adalah Batik Citra Bacan, Nana Wah Taba, Dwita, dan Basayangang.
Inisiasi 'Kota Wakaf' dan GEMA SEHATI Perkuat Ekonomi Syariah
Tidak berhenti pada bantuan fisik, perayaan HUT bertema "Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan" ini juga menjadi batu loncatan BI untuk memperkuat pilar ekonomi syariah di Maluku Utara.
Salah satu program jangka panjang yang mulai digodok adalah transformasi Kabupaten Halmahera Selatan menuju Kota Wakaf.
Akselerasi ekosistem halal juga digenjot melalui Gerakan Maluku Utara Sertifikasi Halal Gratis (GEMA SEHATI).
Melalui program ini, para pelaku industri makanan dan minuman di Halsel bisa memperoleh jaminan halal tanpa dipungut biaya.
Sumber: