Presiden Prabowo Sumbang Sapi Limousin Jumbo 859 Kilogram untuk Masyarakat Ternate
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Limousin Jumbo 859 Kilogram untuk Masyarakat Ternate--
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memborong seekor sapi super jenis Limousin Cross dengan bobot fantastis mencapai 859 kilogram untuk disumbangkan sebagai hewan kurban bagi masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara.
Sapi raksasa yang diberi nama "Kamandanu" ini merupakan hasil budidaya intensif peternak lokal dan direncanakan bakal disembelih di Masjid Raya Al-Munawwar Ternate sesuai instruksi pemerintah daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari program bantuan kemasyarakatan berkala dari jajaran Istana Kepresidenan.
Tidak hanya untuk Kota Ternate, pemerintah pusat dipastikan menyalurkan masing-masing satu ekor sapi kurban berukuran jumbo untuk 11 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara guna memastikan distribusi daging kurban dapat dirasakan merata oleh masyarakat yang membutuhkan di wilayah kepulauan tersebut.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami peternak lokal. Kami tidak menyangka sapi yang dirawat bertahun-tahun akhirnya dipilih menjadi bantuan Presiden,” ungkap pemilik Omah Ternak Subaim Sugeng di Ternate pada Selasa, 19 Mei 2026.
Tiga Tahun Diberi Pakan Khusus Campuran EM4
Dibalik performa fisiknya yang kekar dan berbobot mendekati 1 ton, Kamandanu ternyata melalui proses pemeliharaan yang sangat ketat dan higienis.
Sapi ini dibesarkan oleh Sugeng selama hampir tiga tahun berturut-turut sejak bibit awalnya didatangkan langsung dari Kabupaten Halmahera Utara.
Pola makan harian Kamandanu dijaga ketat dengan mengombinasikan konsentrat berkualitas, ampas tahu segar, serta silase batang jagung yang difermentasi khusus menggunakan suplemen organik EM4.
Selain fokus pada asupan nutrisi penambah massa otot, faktor kebersihan sanitasi kandang dan pemeriksaan kesehatan preventif dari tim dokter hewan juga dilakukan secara periodik.
Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa hewan kurban yang diserahkan oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut benar-benar bebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK) serta berada dalam kondisi kesehatan prima (fit of slaughter) saat hari penyembelihan tiba.
Sapi Kurban RI-1 Terpaksa Didatangkan dari Tobelo
Sementara itu, dinamika berbeda terjadi pada proses pengadaan hewan kurban Presiden untuk wilayah Kabupaten Pulau Morotai.
Akibat belum tersedianya stok sapi lokal dengan spesifikasi bobot ekstrem di atas 800 kilogram di wilayah Morotai, pihak otoritas terpaksa mendatangkan sapi bantuan modal APBN tersebut dari daratan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
“H-2 baru didistribusikan dari Tobelo untuk Kabupaten Pulau Morotai. Karena di Morotai belum ada sapi dengan bobot seperti itu, sehingga harus diambil di Tobelo,” jelas Kepala Dinas Pertanian Pulau Morotai, Tamhid Bilo.
Sumber: