Sambut Idul Adha 2026, Pemprov Maluku Utara Salurkan 100 Ekor Sapi Kurban
Sambut Idul Adha 2026, Pemprov Maluku Utara Salurkan 100 Ekor Sapi Kurban --
MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Langkah taktis diambil Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Untuk memastikan momentum hari besar keagamaan berjalan khidmat sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat, Pemprov Malut mengamankan 100 ekor sapi kurban bermutu tinggi.
Ratusan hewan kurban tersebut dipastikan akan didistribusikan secara merata dan proporsional ke seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa penyaluran hewan kurban ini beriringan dengan paket kebijakan ekonomi makro daerah.
Kebijakan ini sengaja dirancang untuk menstabilkan harga barang pokok penting (bapoking) serta memperkuat daya beli warga lokal menjelang lonjakan konsumsi di hari raya.
“Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan sejumlah langkah strategis,” tegas Gubernur Sherly Laos dalam konferensi pers di Kota Ternate, Senin, 18 Mei 2026.
Keberhasilan Tekan Inflasi Daerah Mei 2026
Komitmen Pemprov Malut dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok menunjukkan rapor yang sangat impresif.
Setelah sempat mengalami lonjakan inflasi yang mengkhawatirkan hingga menyentuh angka 5% menjelang bulan suci Ramadhan lalu, kini kerja keras tim pengendalian inflasi daerah mulai membuahkan hasil manis.
Berkat sinergi ketat bersama Bank Indonesia (BI) dan berbagai instansi vertikal, laju inflasi berhasil diredam secara masif:
• Inflasi Tahunan (Year on Year): Berhasil ditekan hingga menyentuh angka 2,03%.
• Inflasi Tahun Berjalan (Year to Date): Berada di posisi 2,59%.
“Angka ini sudah berada di bawah standar nasional. Ini hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga di Maluku Utara,” puji Sherly mengapresiasi kinerja tim di lapangan.
Sebagai instrumen pengendali harga harian di pasar tradisional menjelang Lebaran Kurban, Pemprov Malut mengandalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Skema pasar murah ini diaktifkan secara berkala di 10 kabupaten/kota dengan fokus komoditas penyumbang inflasi utama seperti beras, bawang merah, cabai rawit, dan tomat.
Sumber: