Ini Biang Kerok Inflasi di Maluku Utara

Ini Biang Kerok Inflasi di Maluku Utara

Ini Biang Kerok Inflasi di Maluku Utara--

 

 

MALUKUUTARA.DISWAY.ID - Tekanan harga di Provinsi Maluku Utara kembali menguat pada akhir tahun.

 

 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Desember 2025 sebesar 1,63 persen, menandakan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas strategis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Kenaikan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang bergerak dari 108,31 pada Desember 2024 menjadi 110,08 di Desember 2025.

 

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulan ke bulan (month to month/m-to-m) Desember 2025 sebesar 0,05 persen.

 

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) menunjukkan angka yang sama dengan inflasi tahunan, yakni 1,63 persen.

 

Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan harga relatif terkendali, meski tetap mengalami kenaikan di penghujung tahun.

 

Komoditas Penyumbang Inflasi Tertinggi

 

Sejumlah barang dan jasa tercatat menjadi kontributor utama inflasi tahunan di Maluku Utara, antara lain:

 

  • Bahan bakar rumah tangga
  • Emas perhiasan
  • Kontrak rumah
  • Beras dan bawang merah
  • Bensin

Tarif Angkutan Udara

Selain itu, beberapa komoditas pangan, hasil laut, serta kebutuhan konsumsi harian turut menambah tekanan inflasi.

 

Di tengah kenaikan harga, terdapat pula kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga secara tahunan. Deflasi tercatat pada kelompok:

 

Pendidikan

  • Perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga
  • Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan

Komoditas seperti tarif SMA, angkutan laut, beberapa jenis ikan, sayuran, serta kebutuhan rumah tangga membantu menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.

 

Cabai Hingga BBM Dominasi Inflasi Bulanan

 

Untuk inflasi bulanan Desember 2025, komoditas yang berperan besar antara lain cabai rawit, bawang merah, bensin, emas perhiasan, dan tarif pesawat udara.

 

Sementara deflasi bulanan dipicu oleh turunnya harga ikan, angkutan laut, buah-buahan, sayur-mayur, dan beras.

 

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami inflasi tahunan sebesar 0,95 persen.

 

Indeks kelompok ini naik dari 115,00 menjadi 116,09 pada Desember 2025, mencerminkan masih adanya tekanan harga pada kebutuhan pokok masyarakat.

Sumber: